Oleh. Achmad Muwafi, Lc
RADARBEKASI.D – Mencintai Nabi Muhammad SAW merupakan perintah Allah SWT yang wajib ditaati oleh setiap muslim dan menjadi bagian dari kesempurnaan iman. Cinta kepada Nabi Muhammad SAW bukan sekedar cinta kepada sosokmya sebagai individu, tetapi lebih dari pada itu, beliau adalah utusan Allah SWT yang diutus sebagai pembawa rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil ‘alamin), sehingga cinta kepada beliau harus berada di atas kecintaan kepada siapapun baik pada diri sendiri, orang tua, anak, keluarga, dan seluruh manusia.
Rasulullah saw bersabda, “Tidak sempurna iman salah seorang dari kalian sehingga kalian menjadikan aku lebih ia cintai dari orang tuanya, anaknya, dan seluruh manusia.” (HR. Bukhari)
BACA JUGA : Kadiv Pasar Klaim Tiga Bulan Belum Digaji, Direktur PTMP Tegaskan Ada Komitmen Awal
Dalam Kitab Tafsir Munir diterangkan bahwa cinta kepada Allah dan Rasul-Nya tercermin dengan mengikuti ajaran Islam dan mentaati risalah Rasulullah dengan melaksanakan segala perintahnya dan menjauhi larangannya. Cinta kepada Rasulullah bukanlah karena pribadinya, melainkan karena beliau adalah utusan (rasul) yang diutus oleh Allah kepada seluruh makhluk, baik dari golongan jin maupun manusia. Maka dengan mengikuti syariat Nabi Muhammad SAW adalah bukti cinta yang sebenar-benarnya.
Diriwayatkan dari Anas ra, ada seorang lelaki penduduk pedalaman (Badui) bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, kapan kiamat itu akan tiba?”. Nabi Muhammad SAW menjawab, “Celaka kamu! Memang apa yang telah kamu persiapkan untuk menyambut kedatangannya?”. Orang itu menjawab “Saya tidak menyiapkan apapun, hanya saja aku sungguh mencintai Allah dan Rasul-Nya.” Rasulullah SAW bersabda, “Engkau akan bersama dengan orang-orang yang kamu cintai.”(*)
Penulis adalah Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ulum Bekasi, Pengurus Pusat Ikatan Dai Indonesia (IKADI), Kepala SMPIT Baitul Halim Bekasi











