RADARBEKASI.ID, BEKASI – Semangat menambah penghasilan keluarga mendorong puluhan emak-emak mengikuti pelatihan merajut di Aula Kantor Desa Karangraharja, Cikarang Utara, Rabu (30/9/2026). Keterampilan tersebut diharapkan menjadi modal awal untuk membangun usaha mandiri dari rumah.
Salahsatu peserta, Wati (47), mengaku mendapatkan ilmu dan wawasan baru yang bermanfaat dari pelatihan tersebut. Menurutnya, kerajinan tangan seperti rajutan memiliki nilai jual yang cukup baik apabila ditekuni dan dikembangkan.
“Kalau hasilnya bagus dan dikembangkan terus, tentu bisa dijual. Ada nilai tambah dan nilai jualnya. Apalagi peserta juga dibekali seperangkat alat dan bahan benang untuk bekal awal,” ungkap Wati usai pelatihan.
Meski begitu, Wati menilai keterampilan yang diperoleh selama pelatihan perlu dilanjutkan dengan pembinaan secara konsisten. Menurutnya, kemampuan dasar yang didapat selama dua hari masih perlu diasah agar produk yang dihasilkan lebih rapi dan mampu bersaing di pasar.
“Ini kan masih belajar, belum rapi. Harapannya pelatihan ini berkelanjutan dari dinas sampai hasilnya benar-benar bagus dan siap dipasarkan, tidak cuma sekali,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bekasi, Agus Dwi Riyanto, mengatakan pelatihan di Karangraharja merupakan bagian dari program pembinaan yang menargetkan 1.000 wirausaha pemula setiap tahun.
“Target kami per tahun 1.000 wirausaha pemula yang akan kita bina. Jadi kita melakukannya turun langsung ke lapangan,” tutur Agus.
Menurut Agus, lokasi pelatihan ditentukan berdasarkan pengajuan dari pemerintah desa. Pola tersebut dilakukan agar pelaksanaan program lebih tepat sasaran sekaligus menjangkau masyarakat yang membutuhkan keterampilan usaha.
“Kita memang roadshow, keliling. Jadi desa yang mengajukan yang akan kita berikan pelatihan,” ujarnya.
Khusus di Desa Karangraharja, pelatihan diikuti 140 peserta yang terbagi dalam dua gelombang selama dua hari. Masing-masing gelombang diikuti 70 peserta.
Sebelumnya, kegiatan serupa juga telah digelar di sejumlah kecamatan lain, di antaranya Cabangbungin, Tambun Selatan, Tambelang, dan Cibitung. Materi yang diberikan tidak hanya merajut, tetapi juga mencakup pembuatan kue, buket, hingga sulam.
“Tidak semuanya sulam. Ada yang pembuatan kue, ada yang rajut, macam-macam, ada yang buket kemarin,” jelas Agus.
Selain memberikan keterampilan teknis, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk membangun jejaring antarpelaku usaha lokal. Agus berharap terbentuknya komunitas di tingkat kecamatan dapat menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk bertukar informasi dan saling mendukung.
“Dengan adanya keterampilan dan di sini kumpul gini kita harapkan terbentuk komunitas. Informasi-informasi tentang UMKM maupun hal lain bisa dibahas di dalam forum komunitas itu,” katanya.
Agus menyadari tidak seluruh peserta akan langsung menjadi pelaku usaha setelah mengikuti pelatihan. Namun, ia menilai kegiatan yang digelar langsung di tengah masyarakat tetap memiliki peluang keberlanjutan.
“Kalau dari kegiatan seperti ini 60 persen lah masih bisa mengikuti,” pungkas Agus. (ris)











