RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Aksi penggalangan dana untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diinisiasi Ferry Irwandi bersama KitaBisa mendapat sambutan besar dari masyarakat. Hingga Sabtu (24/10/2026), program bertajuk ‘Patungan untuk Hutan’ tersebut berhasil menghimpun donasi sebesar Rp13,45 miliar dari sekitar 160.000 donatur.
Jumlah dana yang terkumpul itu telah mencapai 27 persen dari target penggalangan sebesar Rp50 miliar. Dana tersebut direncanakan untuk mendukung berbagai upaya penanganan karhutla, mulai dari mitigasi bencana, bantuan tanggap darurat, hingga pemulihan ekosistem hutan di sejumlah wilayah Indonesia.
Adapun wilayah yang menjadi fokus penyaluran bantuan meliputi Sumatera, Kalimantan, dan Papua. Melalui program ini, donasi yang terkumpul diharapkan dapat membantu masyarakat yang terdampak kebakaran sekaligus mendukung berbagai upaya pemulihan lingkungan di kawasan yang mengalami kerusakan akibat karhutla.
Tak hanya menggalang dana, Ferry Irwandi juga berencana kembali mengunjungi wilayah terdampak untuk menyalurkan bantuan secara langsung.
Rencana tersebut disampaikan melalui unggahannya di media sosial, sekaligus menjadi bagian dari upayanya untuk memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
“Awal November, saya akan kembali ke Kalimantan, setelahnya Sumatera dan mengupayakan juga ke Papua untuk mendistribusikan bantuan langsung dan memetakan kebutuhan masyarakat di sana. Setidaknya, sampai hujan mulai turun dan asap mereda,” tulis Ferry.
Melalui kunjungan tersebut, Ferry ingin melihat secara langsung kondisi masyarakat di wilayah terdampak karhutla. Ia juga berencana mengidentifikasi kebutuhan warga agar bantuan yang disalurkan dapat disesuaikan dengan situasi dan persoalan yang mereka hadapi di lapangan.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa gerakan ‘Patungan untuk Hutan’ tidak hanya berorientasi pada pengumpulan dana. Program ini juga mencakup upaya pendistribusian bantuan secara langsung serta pemantauan kondisi masyarakat yang menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan.
Di tengah kesibukannya menjalankan kegiatan kemanusiaan tersebut, Ferry juga memutuskan untuk membatasi aktivitas profesionalnya selama November. Ia menyampaikan bahwa untuk sementara waktu dirinya belum dapat menerima tawaran kerja sama, proyek bisnis, maupun endorsement.
Keputusan tersebut diambil agar ia dapat lebih berfokus pada agenda penyaluran bantuan dan pemetaan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak karhutla. Meski demikian, Ferry tetap menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah menawarkan kesempatan bekerja sama dengannya.
“Untuk tawaran kerjasama, bisnis, endorsement, mohon maaf di bulan November saya belum bisa ambil dulu, tapi makasih banget tawarannya, semoga suatu saat bisa bekerja sama,” tuturnya menambahkan.
Hingga Sabtu (24/10/2026), donasi yang berhasil dihimpun melalui ‘Patungan untuk Hutan’ masih berada dalam tahap pengumpulan menuju target Rp50 miliar. Capaian sebesar Rp13,45 miliar dari 160.000 donatur menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan program tersebut.
Dengan dukungan masyarakat yang terus mengalir, penggalangan dana ini diharapkan dapat membantu mempercepat penanganan dampak karhutla, meringankan beban warga terdampak, serta mendukung pemulihan ekosistem hutan di Sumatera, Kalimantan, dan Papua. (mna)











