Berita Bekasi Nomor Satu

Ketua LSI Vinus Tantang Pemuda Muhammadiyah Bekasi Bangun Gagasan, Sampaikan ke Pemerintah

Pengamat Politik dan Kebijakan Publik Lembaga Studi Visi Nusantara (Vinus) Maju, Yusfitriadi, foto bersama dengan peserta pengkaderan yang digelar Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Bekasi, Sabtu (24/10/2026). FOTO: ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, BEKASI  – Pengamat Politik dan Kebijakan Publik Lembaga Studi Visi Nusantara (Vinus) Maju, Yusfitriadi, menantang Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Bekasi melahirkan gagasan konkret untuk menjawab persoalan masyarakat.

Gagasan tersebut perlu disusun dalam bentuk konsep dan disampaikan kepada pemerintah agar dapat menjadi masukan bagi kebijakan publik.

Dorongan itu disampaikan Yusfitriadi saat mengisi materi pengkaderan yang digelar Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Bekasi, Sabtu (24/10).

Menurutnya, pemuda memiliki potensi besar dalam pembangunan bangsa dan negara. Karena itu, Pemuda Muhammadiyah perlu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menyusun konsep, serta menawarkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Pengamat Politik dan Kebijakan Publik Lembaga Studi Visi Nusantara (Vinus) Maju, Yusfitriadi, saat mengisi materi pengkaderan yang digelar Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Bekasi, Sabtu (24/10/2026). FOTO: ISTIMEWA

“Buatkan konsep, seminarkan dengan pemerintah apa gagasannya. Jadi gagasan itu penting, termasuk Pemuda Muhammadiyah,” ujarnya.

Yusfitriadi mengatakan, kemampuan melahirkan gagasan perlu dibarengi kemandirian dan ketangguhan dalam menghadapi tantangan zaman. Sebab, generasi muda saat ini dihadapkan pada perubahan yang berlangsung cepat dan sulit diprediksi.

“Pertama bahwa kita hidup di era disrupsi, berbagai macam perubahan yang sangat cepat tidak terkendali bahkan itu berakibat membingungkan generasi muda,” katanya.

Selain disrupsi, pemuda juga menghadapi ketidakpastian dalam sistem pemerintahan, perubahan sosial, hingga pengaruh budaya transnasional. Kondisi tersebut menuntut generasi muda memiliki kemampuan beradaptasi sekaligus memperkuat karakter.

Di sisi lain, orientasi untuk menempuh cara cepat dan mudah berpotensi membuat pemuda kehilangan kesempatan membangun ketangguhan diri. Padahal, proses panjang diperlukan untuk membentuk karakter yang kuat dalam menghadapi persaingan.

“Sehingga berpotensi untuk tidak berproses, sehingga tidak membentuk jiwa yang kuat dan menjadi petarung,” ucapnya.

Tantangan lain terlihat di dunia kerja. Yusfitriadi menyoroti persoalan pengangguran di kalangan lulusan pendidikan tinggi. Menurutnya, pemuda perlu terus mengembangkan potensi diri agar tidak hanya bergantung pada kesempatan kerja, tetapi juga mampu mandiri dan menciptakan lapangan pekerjaan.

“Itu yang harus dilakukan oleh pemuda manapun hari ini, terutama saya mendorong pemuda Muhammadiyah,” pungkas Yusfitriadi. (sur)