RADARBEKASI.ID,BEKASI– Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, bakal mengumpulkan jajaran aparatur Pemkab Bekasi guna memaksimalkan penyerapan APBD tahun 2026.
Langkah itu dilakukan menindaklanjuti arahan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi terkait masih banyaknya uang mengendap di kas daerah.
Asep menekankan pentingnya penyerapan anggaran, sehingga masyarakat dapat merasakan kinerja pemerintah daerah.
Evaluasi kinerja pejabat akan dilakukan berdasarkan capaian, termasuk kemampuan merealisasikan anggaran dan menjalankan program prioritas pemerintah daerah. Pejabat yang merasa tidak sanggup memenuhi tuntutan tersebut diminta berani mengambil sikap.
“Saya akan membuat pakta integritas bagi para kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Jadi kalau tidak mencapai target akan saya geser,”ujar Asep.
Ia mengaku telah memiliki gambaran mengenai kinerja masing-masing dinas setelah sekitar sepuluh bulan menjalankan tugas sebagai Plt Bupati Bekasi. Pengalaman tersebut, kata dia, menjadi bekal untuk menentukan pejabat yang mampu bekerja sesuai target dan mereka yang perlu dievaluasi.
“Jadi dalam pergeseran pelaku kebijakan atau penempatan posisi jabatan bakal berbasis kinerja dan pendekatan manajemen talenta,”ucapnya.
Ia juga membuka peluang pemberian penghargaan bagi pejabat yang menunjukkan kinerja baik. Namun, penilaian itu akan mengacu pada hasil capaian, terutama realisasi penyerapan anggaran.
“Makanya kita lihat nih dua bulan ini, dinas ini penyerapan berapa. Kemarin kan ditanya dengan KPK waktu monev,” katanya.
Asep menempatkan percepatan penyerapan anggaran sebagai salah satu pekerjaan mendesak. Ia mengungkapkan, dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), seluruh dinas telah diminta penjelasan mengenai pelaksanaan program dan realisasi anggaran masing-masing.
Selain mengejar realisasi anggaran, Asep memastikan sektor kesehatan menjadi prioritas pemerintahannya. Ia menyebut, anggaran kesehatan akan ditambah, termasuk untuk mendukung program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Terkait kemungkinan perombakan jabatan dan pengisian posisi yang masih kosong, Asep belum merinci dinas mana saja yang akan dievaluasi. Ia meminta publik menunggu langkah konkret yang akan diambil dalam waktu dekat.
“Kita lihat nanti ya. Untuk formasi pengisian jabatan,”tegasnya.
Terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Ade Sukron menekankan, setelah dilantiknya bupati definitif kinerja eksekutif diharapkan bisa lebih maksimal.
“Kami sebagai mitra kerja sudah melaksanakan tugas tepat waktu dalam pengesahan APBD baik murni dan perubahan. Kami berharap setelah bupati definitif Pemkab Bekasi bisa mewujudkan kinerja untuk kepentingan masyarakat,”jelasnya.(and)











