Berita Bekasi Nomor Satu

Yayasan Al Muslim Tuntaskan Target 100 Persen 1:1 Tablet untuk Guru Melalui Bootcamp SDLS Batch 3

Narasumber berdiskusi dengan peserta. FOTO: ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Yayasan Al Muslim mencatatkan tonggak sejarah penting dalam perjalanan digitalisasi pendidikannya. Melalui penyelenggaraan Bootcamp Samsung Digital Lighthouse School (SDLS) Batch 3, lembaga pendidikan ini secara resmi menuntaskan target rasio penggunaan perangkat satu guru satu tablet (1:1 tablet). Pencapaian ini menegaskan posisi Yayasan Al Muslim sebagai lembaga yang adaptif dan proaktif dalam merespons tantangan zaman melalui integrasi teknologi secara menyeluruh di lingkungan sekolah.

Dalam bootcamp yang berlangsung penuh semangat tersebut, Yayasan menyerahkan secara langsung sarana pembelajaran berupa tablet kepada 54 guru secara terpisah yaitu 14 guru pada 10 Oktober 2026 dan 40 guru pada 17 Oktober 2026. Penyerahan bertahap ini merupakan rangkaian program digitalisasi sarana pengajar sehingga saat ini 100 persen guru di bawah naungan Yayasan Al Muslim Bekasi telah menggunakan tablet yang didesain khusus untuk menunjang aktivitas belajar-mengajar.

Pelaksanaan Distribusi Perangkat dan Alur Pelatihan

Proses distribusi unit tablet dan penyampaian materi bootcamp diawali di ruang Digihub dengan melibatkan narasumber internal serta Tim Monitoring Yayasan. Tahap pertama penyerahan berlangsung pada Jumat, 10 Oktober 2026, mulai pukul 13.30 hingga 16.00 WIB. Pada kesempatan tersebut, sebanyak 14 guru peserta batch 3—yang terdiri dari 7 guru SD dan 7 guru SMP—menerima sekaligus melakukan unboxing tablet Samsung Galaxy Tab S10 FE. Setelah prosesi penyerahan, para peserta langsung dibekali materi awal mengenai pengenalan fitur dan fungsi dasar tablet, serta pemahaman mobile productivity.

Tahap distribusi dilanjutkan pada Jumat, 17 Oktober 2026, pada jam yang sama di Digihub. Pihak Yayasan membagikan peranti Samsung Galaxy Tab A8 kepada 40 guru, dengan rincian 22 guru SD, 8 guru SMP, dan 10 guru SMK. Sama halnya dengan sesi sebelumnya, para peserta ini turut mendalami penguasaan fitur dasar perangkat serta modul mobile productivity untuk menunjang efisiensi kerja dan pengajaran.

Penguatan Digital Pedagogy dan Pendalaman Kerangka Pembelajaran
Rangkaian pelatihan bagi peserta batch 3 kemudian berlanjut pada Sabtu, 24 Oktober 2026, yang dipusatkan di Aula STMIK Al Muslim mulai pukul 08.00 hingga 14.30 WIB. Pada sesi yang dipandu oleh narasumber internal dan tim monitoring ini, fokus kegiatan diarahkan pada pendalaman pedagogi digital secara komprehensif. Para guru diajak untuk memahami dan menerapkan kerangka integrasi teknologi SAMR (Substitution, Augmentation, Modification, Redefinition) serta konsep TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge).

Melalui pemahaman kerangka kerja tersebut, pendidik dibimbing agar mampu mentransformasi strategi mengajar dari sekadar menggantikan media kertas menjadi penciptaan pengalaman belajar baru yang interaktif. Selain itu, materi pelatihan menekankan pada penguatan keterampilan abad ke-21 atau 4C (Critical Thinking, Creativity, Collaboration, Communication) yang dipadukan dengan model pembelajaran berbasis proyek atau Project-Based Learning (PBL). Pendekatan ini dirancang untuk memastikan bahwa pemanfaatan tablet di kelas mampu mendorong siswa berpikir kritis dan aktif menyelesaikan permasalahan nyata.

Motivasi dan Arahan Ketua Yayasan

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua Yayasan Al Muslim, Gerry Nasution. Kedatangan beliau memberikan dorongan moral dan motivasi yang bermakna bagi seluruh tenaga pendidik yang mengikuti pelatihan. Dalam pengarahannya, Gerry menyampaikan pandangan strategis yayasan mengenai arah pengembangan pendidikan di era serba digital.

Gerry menegaskan bahwa investasi besar yang dialokasikan Yayasan untuk pengadaan perangkat keras merupakan wujud komitmen nyata dalam memfasilitasi kebutuhan para guru. Namun, beliau menambahkan bahwa kunci utama keberhasilan transformasi pendidikan tidak terletak pada kecanggihan perangkat itu sendiri, melainkan pada kualitas interaksi dan kesiapan mental pengajar dalam mengoperasikannya.
“Penyediaan perangkat peranti keras merupakan langkah awal dari sebuah perjalanan panjang. Kunci utama dari keberhasilan transformasi pendidikan digital tetap berada pada kesiapan para guru dalam merancang pengalaman belajar yang inovatif, inspiratif, dan bermakna bagi peserta didik,” ujar Gerry Nasution dalam sambutannya di hadapan para peserta bootcamp.

Beliau juga berpesan agar para guru tidak ragu untuk terus mengeksplorasi ide-ide baru dan menjalin kolaborasi antar sesama pendidik. Menurutnya, pemanfaatan tablet secara optimal akan membuka pintu-pintu kreativitas baru yang sebelumnya terbatas oleh sarana fisik konvensional.

Narasumber memandu peserta. FOTO: ISTIMEWA

Respons Positif dan Harapan Pendidik

Para peserta bootcamp menyambut baik pendistribusian tablet serta alur materi pelatihan yang sistematis. Penyerahan peranti pendukung dan pembekalan materi pedagogi digital ini dinilai sebagai bentuk perhatian nyata manajemen yayasan terhadap peningkatan mutu dan kesejahteraan kerja tenaga pendidik.

Salah seorang perwakilan guru peserta bootcamp mengungkapkan rasa syukur dan antusiasmenya atas pencapaian target 100 persen 1:1 tablet ini. Kehadiran perangkat yang seragam disertai pemahaman mendalam mengenai TPACK, SAMR, dan PBL dianggap sangat membantu dalam menyelaraskan standar pengajaran di seluruh jenjang pendidikan yang ada di Yayasan Al Muslim, mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA/K.
Dengan tercapainya rasio 1:1 tablet bagi seluruh guru, Yayasan Al Muslim kini berfokus pada tahap optimalisasi implementasi di kelas. Pihak yayasan berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi berkala dan memberikan pendampingan berkelanjutan guna memastikan bahwa pemanfaatan teknologi ini memberikan dampak positif yang terukur terhadap capaian belajar siswa.

Langkah Menuju Ekosistem Sekolah Digital Masa Depan

Pelaksanaan Bootcamp SDLS Batch 3 menjadi bukti nyata bahwa Yayasan Al Muslim Bekasi tidak hanya berinvestasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga secara konsisten membangun sumber daya manusia yang siap menghadapi dinamika pendidikan global. Keberhasilan menuntaskan pembagian perangkat kepada seluruh guru menjadi landasan kokoh bagi yayasan untuk melangkah ke tahap digitalisasi sekolah berikutnya.

Melalui sinergi antara kesiapan infrastruktur, penguasaan pedagogi digital, dan komitmen kepemimpinan yang kuat, Yayasan Al Muslim terus berupaya untuk mewujudkan generasi muda yang berkarakter, berdaya saing tinggi, serta siap menjadi bagian dari masyarakat digital dunia. (*)

Foto bersama seluruh peserta bootcamp. FOTO: ISTIMEWA