RADARBEKASI.ID,BEKASI–Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Bekasi, Nurchaidir, turun langsung meninjau pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) di Kecamatan Cikarang Pusat, Rabu (28/10).
Peninjauan kali ini menyasar SPALD-S di Desa Sukamahi dan Desa Cicau. Dua desa tersebut menjadi penerima program sanitasi masing-masing 22 unit dengan total keseluruhan 44 unit.
Nurchaidir mengatakan, sidak lapangan ini wajib dilakukan untuk memastikan pengerjaan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat manfaat.
“Kami turun ke lapangan, memastikan bahwa pembangunan SPALD-S ini berjalan sesuai dengan waktu yang ditentukan, serta memastikan kualitas hasil pembangunan, kesesuaian pelaksanaan dengan spesifikasi teknis, serta progres pekerjaannya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tim Disperkimtan meninjau secara detail aspek teknis di lapangan, mulai dari galian, pemasangan instalasi, hingga hasil akhir. Pihaknya juga berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kelompok swadaya masyarakat untuk mengidentifikasi kendala yang ada.
“Monitoring ini juga menjadi bagian dari pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan agar hasil pekerjaan dapat memenuhi standar yang telah ditentukan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegas Nurchaidir.
Untuk progres saat ini, kedua desa menunjukkan perkembangan positif. “Nah untuk progresnya pembangunan di Desa Sukamahi sudah 40 persen, ada yang sudah digunakan dan ada juga yang masih berjalan. Kemudian untuk di Desa Cicau ada yang sudah jadi dan yang lainnya masih berproses. Ditargetkan akhir Oktober atau awal November sudah selesai semua,” jelasnya.
Program SPALD-S ini sendiri merupakan program strategis Disperkimtan Kabupaten Bekasi dalam upaya penanganan kawasan kumuh dan peningkatan akses sanitasi layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Tahun 2026 ini, Disperkimtan membangun total 170 unit SPALD-S yang tersebar di titik-titik kawasan kumuh di Kabupaten Bekasi.
“Saat ini pembangunan SPALD-S di Kabupaten Bekasi ada yang masih berproses dan ada juga yang sudah selesai dan sudah digunakan oleh masyarakat. Harapannya dengan ini lingkungan jadi lebih sehat dan tidak lagi kumuh,” pungkasnya.(and/*)











