RADARBEKASI.ID, BEKASI – Bea Cukai Bekasi bersama Bea Cukai Cikarang berkolaborasi menyelenggarakan Coaching Program for New Exporter 2026 bertema “From Product to Global Market: Building the Path to Export” di Kantor Bea Cukai Cikarang. Kegiatan ini bertujuan mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) meningkatkan kesiapan usaha dan produk untuk memasuki pasar internasional.
Program ini menghadirkan narasumber dari Kementerian UMKM, Bank Indonesia, PT SUCOFINDO, praktisi ekspor Logiscale, serta Bea Cukai. Kolaborasi tersebut memberikan perspektif menyeluruh mengenai pengembangan usaha, kesiapan finansial, pemenuhan standar dan sertifikasi produk, hingga strategi menjangkau calon pembeli (buyer) di pasar global.
Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Winarko Dian Subagyo, dalam sambutannya menekankan pentingnya pendampingan yang berkelanjutan bagi UMKM agar mampu memanfaatkan peluang ekspor.
“UMKM memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam perekonomian nasional. Melalui program ini, kami ingin mendorong pelaku usaha tidak hanya memahami prosedur ekspor, tetapi juga mempersiapkan bisnis dan produknya agar mampu bersaing di pasar global,” ujar Winarko.
Rangkaian kegiatan dirancang secara interaktif melalui sesi pemaparan materi, diskusi, konsultasi, dan pembahasan studi kasus. Peserta memperoleh wawasan mengenai dukungan pemerintah untuk pengembangan UMKM, penguatan kapasitas usaha dan finansial, serta pentingnya standardisasi dan sertifikasi dalam memenuhi persyaratan pasar tujuan ekspor.
Pada sesi Connect: From Product to Buyer, peserta juga mendapatkan pembekalan praktis mengenai pemetaan pasar potensial, pencarian dan validasi calon pembeli, pendekatan kepada buyer, serta persiapan presentasi produk dan tindak lanjut peluang bisnis.
Produk yang berkualitas perlu didukung dengan pemahaman pasar dan strategi yang tepat untuk menjangkau buyer. Karena itu, pelaku UMKM perlu mempersiapkan produk, menentukan target pasar, serta membangun komunikasi bisnis secara terarah agar peluang ekspor dapat berkembang menjadi transaksi nyata.
Narasumber dari Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Fitri Rinaldi memaparkan dukungan pembiayaan pemerintah bagi UMKM yang ingin mengembangkan usaha dan memperluas pasar ekspor. Salah satu instrumen yang disampaikan adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang ditujukan untuk memperluas akses pembiayaan dan meningkatkan kapasitas serta daya saing usaha mikro dan kecil.
“Pemerintah telah menyediakan dukungan bagi usaha mikro dan kecil untuk naik kelas, salah satunya melalui pembiayaan kredit program. Melalui KUR, pelaku usaha diharapkan dapat memperoleh akses pembiayaan untuk mengembangkan kapasitas usahanya. Namun, pelaku UMKM juga perlu mempersiapkan legalitas usaha dan dokumen proses ekspor sesuai ketentuan agar dapat memanfaatkan fasilitas tersebut,” ujar Fitri.
Salah satu agenda utama adalah Export Clinic – Product Surgery, yaitu pembahasan mendalam terhadap produk dan kesiapan usaha dua UMKM terpilih, salah satunya UMKM Binaar Bea Cukai Cikarang, PT Agrifood Kreasi Nusantara yang diwakili Muhammad Adnan.
Melalui sesi ini, Adnan mengenalkan produk nya dan memperoleh masukan mengenai penguatan bisnis, pemenuhan standar produk, kesesuaian dengan pasar sasaran, serta langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk membuka peluang ekspor dari masing-masing narasumber.
Kegiatan ditutup dengan penyusunan My Export Action Plan, yang mendorong setiap peserta merumuskan langkah konkret dalam jangka waktu 7, 30, dan 90 hari. Rencana tersebut mencakup penentuan target pasar, identifikasi kendala utama, serta kebutuhan dukungan untuk meningkatkan kesiapan ekspor.
Melalui sinergi ini, Bea Cukai Bekasi dan Bea Cukai Cikarang berharap pembinaan UMKM dapat menghasilkan tindak lanjut yang terukur dan berkelanjutan. Dengan penguatan kapasitas usaha, kesiapan produk, dan akses pasar, UMKM diharapkan semakin siap melangkah dari pasar domestik menuju pasar global.(*)











