RADARBEKASI.ID, BEKASI – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui Indibiz berkolaborasi dengan Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Kabupaten Bandung Barat menggelar pelatihan bertajuk “Modal HP Jadi Cuan! Belajar Bikin Video Konten untuk Jualan.” Kegiatan ini berlangsung di Pendopo RW 05, Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, yang bertujuan membantu pelaku usaha memanfaatkan perangkat yang dimiliki untuk memasarkan produknya melalui media digital.
Manager Shared Service & General Support Telkom Bandung, Riesya Rachmasarie Menurutnya, kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat literasi digital pelaku usaha agar lebih siap menghadapi tantangan bisnis.
“Melalui kolaborasi ini, kami harap dapat membantu para pelaku usaha agar semakin siap menghadapi perkembangan zaman, terutama dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung usahanya. Kami ingin Telkom terus hadir dan berkolaborasi dengan IPEMI untuk memberikan dukungan serta pengetahuan yang sesuai dengan kebutuhan para pelaku usaha,” ujarnya.
Hal senada turut disampaikan oleh Ketua IPEMI Kabupaten Bandung Barat, Suryati bahwa pelatihan digital penting agar dapat membantu pelaku usaha mengikuti perkembangan teknologi saat ini. Ia mengapresiasi dukungan Telkom Indonesia dalam memfasilitasi kegiatan tersebut, yang dapat menambah pengetahuan anggota IPEMI.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi anggota IPEMI Kabupaten Bandung Barat untuk belajar memanfaatkan teknologi digital dalam mengembangkan usaha. Di era digital saat ini, pelaku usaha perlu mengikuti perkembangan teknologi agar produknya dapat menjangkau pasar lebih luas. Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada Telkom Indonesia yang telah memfasilitasi kegiatan ini dan memberikan kesempatan bagi anggota IPEMI untuk menambah pengetahuan dalam mengembangkan usahanya,” ungkapnya.
Sementara itu, Novi dari Divisi Pelatihan dan Pendidikan DPW IPEMI Provinsi Jawa Barat mengajak peserta untuk memanfaatkan pelatihan ini sebagai kesempatan menambah pengetahuan dan keterampilan. Ia juga mendorong peserta untuk aktif bertanya agar materi yang disampaikan dapat dipahami dan diterapkan dalam pengembangan usaha.
“Kesempatan seperti ini sangat baik untuk menambah ilmu dari para narasumber. Saya berharap peserta dapat mengikuti pelatihan dengan baik, tidak ragu bertanya jika ada yang belum dipahami, dan menerapkan ilmu yang didapat untuk mengembangkan usaha masing-masing,” tuturnya.
Sesi pertama dibuka oleh Gilang Pramudita Meradjiantara, yang memaparkan program Sobat Indibiz, di mana para pelaku usaha dapat membuka peluang untuk memperluas jejaring sekaligus memperoleh penghasilan tambahan melalui program afiliasi layanan Indibiz. Pada sesi ini, peserta diperkenalkan dengan potensi pelanggan dari berbagai segmen usaha, seperti toko, kafe, warung, klinik, retail, hingga kos-kosan, serta gambaran umum mengenai mekanisme afiliasi dan komisi yang ditawarkan.
Dalam pemaparannya, Gilang menjelaskan bahwa peluang tersebut dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha untuk menjangkau calon pelanggan dari lingkungan bisnis di sekitar mereka.
“Melalui Sobiz, pelaku usaha dapat memiliki kesempatan untuk memperluas networking sekaligus mendapatkan penghasilan tambahan dengan menawarkan layanan Indibiz kepada berbagai segmen bisnis. Dengan mengenali kebutuhan calon pelanggan, peluang ini dapat dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas usaha sekaligus membuka sumber pendapatan tambahan,” jelasnya.
Setelah membahas peluang penghasilan tambahan melalui program Sobat Indibiz, kegiatan dilanjutkan dengan materi utama mengenai pembuatan konten digital dan pemasaran melalui media sosial yang disampaikan oleh Digital Marketing Indibiz, Rizki Arie Prima. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami pentingnya mengenali target audiens, memilih tren yang sesuai dengan karakter bisnis, serta menyusun konten yang dapat menarik perhatian calon pelanggan.
Rizki memperkenalkan lima pilar konten untuk promosi usaha, yaitu Education, Experience, Trust, Story, dan Information. Peserta juga mempelajari struktur video berdurasi 15–30 detik, mulai dari hook, bridging, penyampaian isi, hingga closing dengan ajakan bertindak atau call to action (CTA).
Materi turut mencakup teknik pengambilan gambar, pemilihan musik sesuai karakter produk, penulisan caption, penggunaan hashtag yang relevan, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu pembuatan konten sesuai kebutuhan bisnis. Selain itu, Rizki menekankan pentingnya pendekatan soft selling untuk membangun interaksi dan kepercayaan audiens, sehingga konten tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga mendorong minat beli dan mendukung perkembangan usaha.
Manfaat pelatihan ini turut dirasakan oleh para anggota IPEMI Kabupaten Bandung Barat. Suryati selaku ketua IPEMI menilai bahwa kegiatan ini memberikan kesempatan bagi para pelaku usaha, khususnya yang masih pemula, untuk mengenal pemasaran digital dan meningkatkan kepercayaan diri dalam memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan produk.
“Melalui pelatihan ini, anggota IPEMI dapat belajar membuat konten untuk memasarkan produk melalui Facebook, WhatsApp, dan Instagram. Bagi peserta yang sebelumnya merasa kurang memahami teknologi, kegiatan ini dapat menjadi langkah awal untuk lebih percaya diri dalam memasarkan produknya secara digital,” tutur Suryati.
Indibiz berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan usaha dengan mendorong pelaku usaha memanfaatkan konten digital untuk memperluas jangkauan pasar dan membangun kepercayaan pelanggan. Dukungan ini juga diwujudkan melalui ekosistem solusi digital, mulai dari konektivitas High Speed Internet, WiFi Managed Service, layanan Customer Relationship Management (CRM), hingga kasir digital, guna menunjang operasional usaha dan membuka peluang pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, para pelaku usaha diharapkan dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh untuk mengembangkan strategi pemasaran digital yang lebih efektif. Dengan demikian, pelaku usaha dapat semakin percaya diri memanfaatkan teknologi dalam mengembangkan bisnis dan menjangkau peluang pasar yang lebih luas. (*)











