
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dari hasil Rapar Kerja Daerah (Rakerda) DPD PKS Kota Bekasi yang berlangsung di Hotel Merapi Merbabu, Rawalumbu, Minggu (30/5) lalu, memunculkan berbagai program dan agenda besar partai, yang bermuara pada optimalisasi pelayanan kepada masyarakat, dan pemenangan PKS Kota Bekasi di Pileg dan Pilkada 2024. Salah satunya, program 5. 000 UMKM baru dengan scale up 1.000.
Ketua Bidang Pembinaan Pemberdayaan dan Jaringan Ekonomi (BPJE) PKS, Syaifudin menyampaikan, bahwa bidang yang dipimpin-nya memiliki target khusus pada moment Rakerda DPD PKS Kota Bekasi itu, yakni menumbuhkan 5.000 pelaku UMKM di wilayah yang berjuluk Kota Patriot, dengan scale up 1.000 bisa naik level lewat pendampingan tim, agar mapan dan berdaya saing.
“Target ini diamanatkan partai kepada kami untuk bisa dicapai, dan Alhamdulilah, untuk kepengurusan di bidang ini, sudah terbentuk. Artinya, InsyaAllah target ini bisa dicraih sesuai amanah partai,” kata Syaifudin.
Dia mengakui, untuk memperoleh pencapaian target partainya itu, pihaknya sudah punya modal yang cukup, karena memiliki 500 kader partai yang telah terlibat langsung sebagai pelaku UMKM. Dengan begitu, diharpakan mampu meningkatkan level pelaku UMKM sebanyak 1.000, tinggal meneruskan yang ada, untuk dipriotitaskan sesuai amanah di bidangnya.
“Kami optimis dengan modal dari para kader yang terlibat langsung sebagai pelaku UMKM, target scale up sebanyak 1.000 UMKM bisa ditingkatkan levelnya,” terang Syaifudin.
Lanjutnya, untuk bisa melaksanakan program buat scale up atau pendampingan untuk naik level, meliputi beberapa aspek, antara lain mulai perizinan, permodalan, pemasaran, dan pengelolaan produk pelaku UMKM, dan ini penting karena untuk menaikkan level tak hanya menambah jumlah omset, tapi harus diikuti kesiapan itu.
“Tidak bisa sebuah UMKM itu meningkatkan level hanya dengan menambah omset, tapi penting adanya pengelolaan atau managerial dalam rangka meningkatkan kualitas produk UMKM tersebut. Oleh sebab itu, kami pun akan memberikan training dan sertifikasi, seperti BPOM, Halal MUI dan lain-nya kepada UMKM binaan kami,” ucapnya.
Adapun untuk menyukseskan program yang digagasnya itu, Syaifudin menambahkan, jika BPJE PKS Kota Bekasi telah menyiapkan tim untuk mendukung program ini dengan cara mendatangkan mentor-mentor pendamping UMKM buat melakukan scale up yang tentu tidak bisa dilepas begitu saja, namun harus dimonitoring pengembangan UMKM-nya.
“Nah, para mentor ini yang akan menjadikan prioritas untuk mencapai target BPJE Kota Bekasi, yaitu 5.000 UMKM baru dan 1.000 UMKM yang naik level,” ungkapnya.
Terakhir, dia berharap, dengan program BPJE ini, baik itu ekonomi kader, ataupun ekonomi secara umum untuk masyarakat Kota Bekasi, dapat terus semakin naik di tengah pandemi Covid-19 ini.
“Program ini sebagai bentuk pelayanan di PKS kepada masyarakat, untuk mendukung UMKM. Dan tentunya, harapan lebih jauh dari pelaku-pelaku UMKM, ada andil besar dalam pencapaian elektoral, atau pencapaian suara PKS tahun 2024, baik di Pileg maupun Pilkada,” tutup Syaifudin. (mhf)











