RADARBEKASI.ID, CIKARANG PUSAT – Pemerintah Kabupaten Bekasi, diminta lebih responsip lagi kedepannya terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat. Demikian ditegaskan Ketua DPD PSI Kabupaten Bekasi, Muhammad Syahril.
Menurutnya, diusia ke 71 ini Kabupaten Bekasi masih sama dengan yang sebelum-sebelumnya. Pasalnya, belum ada perubahaan yang signifikan, cenderung tertinggal dengan daerah-daerah sebelahnya.
Katagori tertinggal, dari infrastruktur, sarana pendidikan, maupun kesehatan. Misalnya, pendidikan masih tertinggal jauh dengan Kota Bekasi, begitu juga dengan pelayanan kesehatannya. Termasuk infrastruktur, Kabupaten Bekasi satu-satunya daerah di Jawa Barat yang tmemiliki punya alun-alun.
“Kalau bagi PSI belum ada perubahaan yang signifikan, masih cenderung tertinggal dengan daerah-daerah sebelahnya,” ujarnya kepada Radar Bekasi.
Penyebabnya, Syahril menilai, management dari pemerintah daerah. Contohnya, penempatan jabatan yang tidak sesuai di pemerintahan. Akhirnya, masa jabatannya hanya untuk belajar dan tidak bisa mengembangkan potensi daerah.
Dirinya menyarankan, di bidang Aparatur Sipil Negara (ASN) harusnya ada lelang jabatan. Sehingga, pejabat-pejabat yang memang punya kompentensi di bidangnya, bisa di tempatkan yang sesuai besiknya.
“Kalau saya bilang, penempatan orang-orangnya yang belum sesuai besik pendidikannya, di Pemkab Bekasi,” ucapnya.
Padahal, Syahril mengungkapkan, Kabupaten Bekasi mempunyai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang besar. Bahkan, apabila bisa memanfatkan Corporate Social Responsibility (CSR) akan lebih besar lagi. Dengan begitu, harusnya bisa membangun semua lini. Minimal kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.
“Itu harus dibenahi, disamping pemerintah daerahnya harus punya responsif terhadap problem-problem masyarakat,” ungkapnya.
Dirinya berharap, Kabupaten Bekasi bisa banyak berubah dalam hal-hal yang memang urgency untuk masyarakat diusia ke 71 tahun ini. Terlebih, saat ini ditengah pandemi.
“Harapannya bisa banyak berubah dalam hal-hal yang memang urgency untuk masyarakat, apalagi sekarang diusia ke 71 masih pandemi, banyak warga yang memang butuh pertolongan,” jelasnya. (pra)











