RADARBEKASI.ID, CIKARANG PUSAT – Pemerintah Kabupaten Bekasi diminta lebih kreatif dan inovatif dalam memajukan serta membangun daerah yang memiliki kawasan industri terbesar di Asia Tenggara ini.
Mengingat, tingginya potensi sumber daya Pemkab Bekasi dinilai belum sebanding dengan progres kemajuan yang telah dicapai pada usia ke 71 tahun ini.
“Kekayaan Kabupaten Bekasi dari berbagai faktor, kewilayahan, di tambah lagi industri segala macam, tidak sebanding dengan progres kemajuan yang dicapai pada saat ini,” ujar Ketua DPC PKB Kabupaten Bekasi, Abdul Kholik, kepada Radar Bekasi, Minggu (15/8).
Kholik menilai, usia 71 tahun bukan lagi usia muda jika dilihat dari perjalanan manusia. Namun, dari sisi peradaban dunia, usia 71 tahun masih terbilang sangat muda. Terlepas dari itu, kata Kholik semua pihak harus merefleksikan kembali, perjalanan pasca pemekaran Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi.
Dalam hal ini, dirinya menyampaikan, apabila membandingkan Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi, masih bisa dikatakan evel to evel, sebanding. Dari sisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), maupun jumlah penduduknya.
Namun, apabila dilihat dari potensi kewilayahan, Kabupaten Bekasi lebih memiliki sumber kekayaan yang mumpuni. Sementara, Kota Bekasi tidak memilikinya. Yakni, seperti kawasan industri yang besar.
Menurutnya, tidak semua daerah memiliki Sumber Daya Alam (SDA) serta potensi sumber daya lainnya . Akan tetapi, daerah-daerah yang tidak memiliki itu mampu memajukan dan membangun dengan mengandalkan kreativitas. Artinya, memaksimalkan kekayaan yang bukan dari Sumber Daya Alam (SDA).
Dirinya mencontohkan, apabila ada seseorang yang mendapatkan warisan, punya modal, dan segala macam, namun tingkat kesejahteraannya lebih rendah. Dibandingkan seseorang yang tidak punya warisan, namun dia mempunyai kreativitas. Artinya, kata dia Kabupaten Bekasi belum memaksimalkan inovasi dan kreativitas yang dimiliki.
“Kita harus benar-benar merefleksi hari jadi ini, untuk berfikir positif. Apa yang sudah kita kontribusikan untuk Kabupaten Bekasi selama ini,” ungkapnya.
Mantan anggota DPRD Kabupaten Bekasi ini meminta, agar Penjabat Bupati Bekasi, Dani Ramdan, melek terhadap persoalan-persoalan yang terjadi di Kabupaten Bekasi. Dirinya menyarankan, Pj Bupati harus duduk bersama dengan seluruh elemen. Terutama, partai politik. Tujuannya, untuk menyerap ide-ide untuk membangun Kabupaten Bekasi.
“Bukan kita ingin diajak bicara. Tapi itu kewajiban pemimpin, apa ide-ide baik maupun besar buat Kabupaten Bekasi,” tutupnya. (pra/adv).











