Berita Bekasi Nomor Satu

Anggaran Normalisasi Kali Jambe Capai Rp5 Miliar

KERUK SAMPAH: Sejumlah alat berat digunakan untuk mengeruk sampah di sungai Kali Jambe Tambun Selatan Kabupaten Bekasi, Rabu (18/8). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, TAMBUN SELATAN – Warga Kelurahan Jatimulya Kecamatan Tambun Selatan berharap untuk dilakukan normalisasi sungai Kali Jambe yang selalu meluap ke perumahan warga sekitar.

Sehingga, pada saat memasuki musim penghujan, warga tidak lagi dihantui banjir besar lantaran adanya pendangkalan Kali Jambe. Pasalnya, ratusan ton sampah yang menutupi kali membuat ribuan warga khawatir rumah mereka bakal kembali terendam.

Setelah berulang kali dibersihkan dari sampah, Kali Jambe kini kembali tertutup sampah rumah tangga. Berdasarkan pantauan di lapangan, Rabu (18/8), sampah kembali menutupi aliran sungai hingga mencapai sekitar 700 meter. Bau tak sedap dari jarak radius 100 meter tidak dapat terhindarkan. Kemudian air yang tercemar sampah ini pun terlihat menghitam.

“Saat ini sudah mulai memasuki musim hujan, terus bagaimana dengan rumah kami. Sudah jelas takut banjir lagi seperti yang sebelumnya,” kata pengurus RT setempat, Antonius Supriadi (57).

Kali Jambe yang tertutup sampah ini berada di bawah persilangan Tol Jakarta-Cikampek, tepatnya kilometer 19. Pada Januari lalu, tersumbatnya Kali Jambe mengakibatkan banjir besar.

Ketua Forum Kali Jambe, Shadiq Helmi menuturkan, penanganan Kali Jambe merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, karena statusnya bukan sungai utama. Namun, saat dilaporkan ke Dinas Bina Marga dan Pengelolaan Sumber Daya Air Kabupaten Bekasi, tidak ada respon.

Padahal, kata dia, Pemkab Bekasi mendapat bantuan dari anggaran bagi hasil dengan Pemprov Jabar sebesar Rp 5 miliar. Bahkan anggaran itu, khusus untuk normalisasi Kali Jambe dengan dua kegiatan.

Pertama, pembangunan drainase (banjir) normalisasi Kali Jambe sebesar Rp3 miliar. Kedua, pembangunan drainase (banjir) normalisasi Sub Kali Jambe sebesar Rp2 miliar.

Namun, hingga kini, normalisasi tidak kunjung dilakukan. Pemkab Bekasi hanya mengandalkan pengangkutan sampah. “Tetap saja sampah yang sudah diangkut akan kembali memenuhi kali, percuma. Kan ini sungainya sudah dangkal, seharusnya dinormalisasi,” beber Shadiq.

Ia menegaskan, penanganan Kali Jambe harus segera dilakukan karena kebutuhannya mendesak. Hujan yang mengguyur Kabupaten Bekasi dalam beberapa hari terakhir bukan tidak mungkin berakhir menjadi banjir, seperti awal tahun lalu.

“Waktu Januari itu, bukannya warga Tambun Selatan saja yang terendam banjir, tapi totalnya ada empat kecamatan. Penyebabnya, ya dari Kali Jambe yang sudah dangkal, dan imbasnya ke wilayah lain. Sebab, Kali Jambe panjangnya mencapai 30 kilometer. Jangan sampai banjir besar terjadi lagi,” harap Shadiq. (and)