RADARBEKASI.ID, BEKASI TIMUR – Sejumlah sekolah di Kota Bekasi mulai melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas. Para guru diminta untuk memberikan contoh Protokol Kesehatan (Prokes) ke anak didik nya.
“Tapi, sesuai edaran itu kan masih dilakukan secara terbatas, yakni mengatur pembatasan jumlah siswa yang masuk ke sekolah 50% ya, dan dengan tetap menerapkan prokes dalam pelaksanaan, termasuk kesiapan dari pihak sekolah terkait sarana dan prasarananya itu sudah siap atau belum,” ujar Kepala UPTD Puskesmas Aren Jaya, dr Dwi Wahyuningsih.
Menurutnya, kesiapan sekolah dalam penerapan prokes ini merupakan tanggung-jawabnya selaku instansi pemerintah daerah di wilayah, khususnya di kelurahan Aren Jaya.
“Intinya, kita cek sesuai edaran yang dibuat pemkot. Misalnya, tempat cuci tangan, jarak antara anak murid yang satu dan yang lain bangkunya diberi jarak, kemudian gurunya sudah tervaksin semuanya untuk mencegah penularan. Itu aja sih yang penting, karena memang tidak dipungkiri juga anak-anak itu rindu akan sekolah,” ujarnya.
Pihaknya meminta kepada pihak sekolah agar mampu menerapkan prokes, khususnya jangan nekat sampai melepaskan masker di sekolah. Diharapkan, para guru yang bisa untuk memberikan contoh kepada anak-anak didik di masing-masing sekolahnya.
“Para guru disini punya peran penting untuk menjadi contoh bagi murid-muridnya terkait kepatuhan kepada prokes, khususnya untuk selalu gunakan masker di sekolah. Bukannya cuma gara-gara ada petugas puskesmas aja baru pakai masker. Coba lihat pak Wali Kota, beliau itu saya lihat contoh yang baik, karena saya tak pernah melihat beliau buka masker,” tegasnya.
Anggota komisi IV DPRD dari fraksi PDIP Kota Bekasi, Rudy Heransyah tekankan, pentingnya peran para guru di sekolah untuk selalu menjadi contoh terbaik bagi anak didiknya dalam penerapan prokes secara ketat, khususnya untuk penggunaan masker di lingkungan sekolah.
“Para guru harus menjadi contoh buat anak-anak didiknya di sekolah, agar selalu patuhi prokes. Minimal dengan tetap menggunakan masker di lingkungan sekolah,” tegas Rudy.
Dirinya berharap, pelaksanaan PTM bertahap ini bisa berjalan lancar dan aman, serta tidak sampai menimbulkan kasus baru Covid-19 di Kota Bekasi. “Ini harapan kita bersama, karna kita ingin pola pembelajaran ini bisa berjalan terus kedepan, demi peningkatan mutu dari pendidikan bagi generasi bangsa ini. Maka, kami berharap, para guru dan orangtua selalu mengedukasi dan mengawasi anak-anaknya untuk selalu mematuhi prokes,” tandasnya. (mif/mhf)











