RADARBEKASI.ID, BEKASI – Selama bulan suci Ramadan, materi pembelajaran di sekolah Kota Bekasi sedikit berbeda dari hari biasanya. Khusus di momen ini, siswa fokus belajar budi pekerti.
Pendidikan budi pekerti membuat siswa lebih intens berkomunikasi dengan guru. Pengawas SD Gugus I Kota Bekasi Supyanto menyampaikan, pendidikan budi pekerti sebagai salah satu cara untuk menyadarkan siswa maupun guru akan pentingnya pendidikan etika dan moral dalam kehidupan.
“Ini salah satu momen, dimana learning loss yang terjadi bisa cukup diatasi oleh sekolah. Dimana beberapa kegiatan penanaman nilai agama diberikan kepada siswa saat ini,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Kamis (7/4).
Learning loss adalah istilah yang digunakan untuk menyebut hilangnya pengetahuan dan keterampilan, baik itu secara umum atau spesifik, atau terjadinya kemunduran proses akademik karena faktor tertentu
Menurut Supyanto, kegiatan pembelajaran selama Ramadan ini lebih ditekankan pada kegiatan keagamaan yang dapat menopang domain kompetensi siswa untuk membangun profil pelajaran Pancasila yaitu beriman, bertakwa dan berakhlak mulia.
“Saya monitoring guru dan siswa terutama dengan penanaman budi pekerti ini menyadarkan dirinya untuk belajar terus, terutama tentang penumbuhan budi pekerti,” tuturnya.
Meskipun dampaknya tidak terlalu besar, namun hal ini dapat meringankan sedikit beban guru dalam menangani learning loss yang terjadi saat ini akibat pandemi.
Sementara Kepala SMAN 1 Sukakarya Acep Hadi mengatakan, melalui penanaman budi pekerti siswa diberikan pengetahuan dan praktik tentang keagamaan.
“Pengetahuan dan praktik kami berikan, dimana pengetahuan dan keterampilan siswa nantinya akan bertambah,” ujarnya.
Materi seputar radikalisme, bersosialisasi, pengetahuan sikap dan adab terhadap orangtua diberikan kepada siswa melalui kegiatan penanaman budi pekerti.
“Beberapa kegiatan ini kita berikan dengan harapan learning loss yang terjadi saat ini bisa sedikit berkurang. Karena materi-materi ini intens diberikan siswa secara langsung,” katanya. Kegiatan penanaman budi pekerti bagi siswa sudah dilaksanakan sejak 5 sampai dengan 21 April 2022.
Hal senada dikatakan Kepala SDN Margahayu XIII Kota Bekasi Nasan. Ia mengatakan, kegiatan penanaman budi pekerti ini menjadi salah satu cara menangani learning loss yang terjadi di sekolah.
“Hanya menjadi salah satunya saja, dimana masih banyak tugas kami untuk menangani secara menyeluruh learning loss tersebut,” ucapnya.
Pihak sekolah memberikan waktu kepada siswa untuk belajar secara menyenangkan, sehingga sejumlah materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik.
“Penanaman budi pekerti sendiri mengadopsi sistem pembelajaran pesantren mengetahui pengetahuan, pemahaman, penghayatan dan kemampuan siswa,” pungkasnya. (dew)











