Cikarang

Jalan Tol Banjir, Jalur Arteri Macet Parah

Radarbekasi.id – Kemacetan parah terjadi di jalur arteri di wilayah Kabupaten Bekasi. Tepatnya, di ruas Jalan Imam Bonjol, Cibitung dan Jalan Dipinegoro, Tambun Selatan, sejak Kamis (2/1) pagi hingga sore.

Kendaraan yang terjebak macet di jalan tersebut akibat adanya penutupan delapan Gerbang Tol (GT) di sepanjang Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Hal itu disebabkan karena banjir yang menggenangi Km 24+000 arah Jakarta, sejak pukul 08.15 pagi.
Untuk dapat mengurai kemacetan di tol tersebut pihak kepolisian juga memberlakukan contraflow. Mulai dari Cikarang Barat Km 29 sampai dengan Cibitung Km 23+800 arah Jakarta.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kemacetan di dua ruas jalan arteri di wilayah Kabupaten Bekasi itu nampak terjadi mulai dari jalan Imam Bonjol atau GT Cibitung, hingga memasuki ruas jalan Ir. H Juanda, Kota Bekasi.

Salah satu pengendara truk bernama Soleh (38) yang ditemui di ruas Jalan Diponegoro mengatakan, kemacetan yang dialaminya khususnya di wilayah Kabupaten Bekasi terjadi sejak keluar Tol Cibitung hingga di posisinya saat ini.

”Saya dari kemarin malam berangkat dari Slawi, Tegal, Jawa Tengah. Dan sudah macet mulai dari dalam Tol Jakarta-Cikampek, karena ada penutupan jalan akibat banjir. Lalu, saya dialihkan keluar tol Cibitung. Saya pikir tadi lancar, ternyata macet,” ungkapnya kepada Radar Bekasi, Kamis (2/1).

Pengendara lain yang ada di ruas jalan itu juga, Amran mengakui, kemacetan yang terjadi di ruas jalan ini sudah terlihat mengular sejak pagi, hingga sore ini. ”Saya warga Tambun mau anter (mengantar) barang, macetnya sudah dari pagi mas, nggak tau dari mana sampai mana sih,” jelas pengendara mobil box ini.

Adapun dari informasi tertulis pihak Jasa Marga pada pukul 17.30, genangan Air Km 24 di Tol Jakarta-Cikampek mulai surut, dan untuk mengurai kepadatan di lokasi Contraflow Arah Jakarta ditambah menjadi dua Lajur.

Penambahan lajur contraflow ini sudah mulai dilakukan, sejak pukul 15.15, guna mengurangi kepadatan yang saat ini terjadi akibat genangan di Km 24+000 arah Jakarta, sejak pukul 08.15.

Sementara untuk mempercepat proses penyurutan air, PT Jasa Marga juga terus melakukan upaya melalui pengoptimalan pompa, antara lain pengoperasian 9 pompa submersible dengan kekuatan 1 meter kubik/menit, 2 pompa besar dengan kekuatan 6 meter kubik/menit, dan 2 pompa besar dari bantuan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dengan kekuatan 8 meter kubik/menit. (cr49)

Related Articles

Back to top button