BEKACITIZENOpini

Menjadi Guru Milenial di Era Digital

Oleh : Ngatini, S.Pd

Radarbekasi.id – Seorang guru milenial harus mampu mengelaborasi ilmu pengetahuan, keterampilan hidup dan penguasaan teknologi informasi. Selain seorang guru menguasai teknologi informasi, sekolah juga harus menyediakan fasilitas yang sesuai kebutuhan anak-anak seperti teknologi yang mumpuni. Setelah disediakan fasilitas yang sesuai kebutuhan dan tuntutan zaman, diharapkan siswa siswi menggunakan dan memanfaatkan fasilitas dengan baik. Di sini peran seorang guru mengajarkan dan mendidik siswa siswi supaya dapat menggunakan fasilitas dengan baik dan benar. Sehingga tujuan pendidikan tercapai dengan baik. Mengingat kondisi teknologi yang selalu berubah, diperlukan kemampuan adaptasi yang tinggi agar tidak ketinggalan zaman.

Menjadi seorang guru milenial harus memiliki smartphone, laptop, memiliki akun media sosial seperti (Facebook, Twitter, WhatsApp, Instagram, Line, Pinterest, dll), dan memiliki pengetahuan tentang IT yang baik. Hal tersebut harus dimiliki dengan tujuan untuk mempermudah dan menunjung pekerjaan guru. Misalnya guru harus memiliki smartphone tujuannya mempermudah komunikasi antara orang tua, siswa dan guru. Laptop juga dapat menunjang, mempermudah dan dapat mempercepat pekerjaan guru, jadi guru harus mampu mengoperasikan laptop dengan baik dan benar. Media sosial harus dimiliki guru supaya tidak ketinggalan informasi yang terkini, dan untuk memperbanyak relasi. Selain itu guru juga harus mempunyai pengetahuan dan kemampuan dibidang IT yang baik. Guru tidak boleh gagap teknologi (gaptek) karena hal itu dapat menghambat kegiatan belajar mengajar di kelas. Dewasa ini hampir setiap sekolah sudah memakai perangkat proyektor untuk membantu guru dalam mengajar. Hal tersebut digunakan selain mempermudah guru dalam mengajar, proyektor juga dapat membuat pembelajaran jadi lebih menarik, dan tidak monoton. Sehingga siswa akan termotivasi belajar yang lebih baik dan akhirnya dapat membantu siswa mencapai hasil belajar yang baik. Jika guru tidak mampu mengikuti di era digital ini, maka guru akan semakin tertinggal. Jadi seorang guru milenial harus belajar dan belajar untuk menguasai IT demi tercapainya tujuan pendidikan yang seutuhnya. Mau tidak mau atau suka tidak suka zaman di era digital ini harus kita laksanakan dan tidak akan bisa kita hindari. Karena dewasa ini siswa kita sudah mulai pandai dan pawai dalam menggunakan teknologi. Terutama dalam mengguanakan smartphone.

Menurut Pengamat Pendidikan Dra Wati Rosanah MPd, generasi milenial merupakan generasi yang mahir dan gandrung akan teknologi informasi dan berbagai aplikasi mutakhir. Informasi yang diakses oleh mereka, kata Wati, bahkan tak terbatas pada informasi yang berkaitan dengan pendidikan. Melainkan informasi yang berkaitan dengan gaya hidup keseharian. Dalam kehidupan sosial di era digital ini mempunyai keunggulan dan kelemahan yang berdampak terhadap generasi milenial. Contoh keunggulan di era digital adalah seseorang dapat mempunyai sikap toleran yang tinggi walaupun berbeda kultur, akan tetapi kelemahan di era digital ini juga ada contohnya seseorang memeiliki sifat yang individualis dan egosentris. Hal ini yang harus di antisipasi oleh seorang guru milenial.

Guru sebagai garda terdepan dalam meyukseskan sistem pendidikan yang ada di Indonesia. Sehingga guru harus memahami dan menguasai teknologi yang berkembang disaat ini. Guru juga harus mampu mengaplikasikan teknologi yang ada dalam kegiatan belajar mengajar. Supaya guru mudah diterima generasi milenial saat ini sehingga guru mudah menyampaikan ilmu dan pembelajaran serta nilai-niali moral sebagai bangsa Indonesia. Guru juga harus memotivasi dan mengarahkan sisiwa bagaimana cara menggunakan teknologi dengan baik supaya dapat mendapatkan manfaatnya dan terhidar dari hal buruk teknologi tersebut. (*)

Anggota KGPBR

Related Articles

Back to top button