BEKACITIZENOpini

Ayo Majukan Literasi di Kabupaten Bekasi

Karya: Catika Ningsih,S.Pd.SD

Radarbekasi.id – Kabupaten Bekasi sekarang bukan lah wilayah yang tertinggal terutama di bidang Pendidikan, Kesehatan, dll seperti 30-40 tahun kebelakang. Tapi daerah yang kini menjelma menjadi daerah yang kian maju dan semakin berkembang. Kita ketahui kawasan industri di kabupaten Bekasi menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia yang tersebar dibeberapa kawasan seperti; MM2100, Hyundai, Ejip, Jababeka.

Dengan banyaknya kawasan industri otomatis pendatang terutama dari Jawa Tengah, Jawa Timur, bahkan dari Sumatera dll, baik yang menjadi tenaga kerja maupun yang bekerja di bidang nonformal membanjiri kabupaten Bekasi yamg tentu saja penduduk nya juga bertambah.

Dahulu tahun 80-an untuk melanjutkan pendidikan dari Bekasi banyak melanjutkan sekolah ke kabupaten Karawang terutama STM, SMEA, SGO(kini SMK-red) SPK, SPMA, MA kini anak-anak di Kabupaten Bekasi tidak harus keluar daerah lagi. Karena di kabupaten Bekasi sekarang sudah banyak SMK maupun SMA Negeri yang didirikan oleh Pemerintah dan SMK-SMK Swasta membuka jurusan yang dibutuhkan oleh dunia tenaga kerja.

Demikian juga dengan SD/MI dan SMP/Mts Negeri dan Swasta sudah banyak didirikan untuk menampung anak-anak usia sekolah di Kabupaten Bekasi. Bagaimana untuk pengembangan karakter siswa-siswinya? Nah untuk pengembangan karakter dan budi pekerti seluruh siswa-siswinya adalah mengacu kepada Peraturan tentang pendidikan karakter yang di tetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Misalnya membaca 15 menit pada jam pelajaran pertama, membaca serempak seluruh warga sekolah.

Gerakan Literasi Sekolah di kabupaten Bekasi sejak digaungkan oleh Dinas Pendidikan provinsi Jawa Barat melalui WJLRC tahun 2016 yaitu tantangan yang diberikan oleh Gubernur Jawa Barat untuk siswa SD dan SMP selama 10 bulan harus membaca dan me-review buku nonpelajaran sebanyak 24 judul buku atau lebih yang di-upload ke website Dinas Pendidikan. Tindak lanjutnya dengan pemberian penghargaan berupa medali dan sertifikat yang memenuhi tantangan serta jambore literasi di Jatinangor. Tercatat ada beberapa sekolah yang mendapat penghargaan dari Gubernur yakni; SMP 1 Bojong mangu, SMPN 1 Tambun Selatan, SMPN 1 Cibarusah, SMPN 1 Cikarang utara, SMPN 1 Sukawangi, SMPN 1 Setu, SMPN 4 Setu dan SMPN 1 Cikarang Barat. Terbanyak mendapat penghargaan untuk siswanya SMPN 1 Bojong Mangu, SMPN 1 Tamsel, SMPN 1 Sukawangi dan SMPN 1 Cibarusah.

Sebenarnya banyak sekolah-sekolah yang mengikuti WJLRC mulai dari SD sampai SMP baik negeri maupun swasta. Ada monitoring ke sekolah untuk kegiatan literasi dengan menunjukan dokumen, kepanitiaan berupa foto-foto kegiatan dan program kerja.

Pembentukan Gerakan Literasi kabupaten Bekasi yang dicanangkan oleh Bupati Bekasi dalam Gema Kasih bekerjasama Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bekasi. Kini ada grup WhatsApp gerakan Literasi Sekolah dengan adminnya Pak Haji Sopandi selaku Kepala SMPN 5 Tambun Selatan (waktu itu). Sampai hari ini sekolah-sekolah yang masih konsisten melaksanakan kegiatan literasi di sekolah menjadi pembiasan diantaranya SMPN 1 Tambun Selatan, SMPN 1 Cibarusah, SMPN 1 Setu, SMPN 4 Setu, SMPN 5 Tambun Selatan, SDN Sumber jaya 04 Tambun Selatan.

Perusahaan Swasta di kawasan MM2100 yaitu PT Yutaka Manufacturing salah satu program perusahaan nya mengadakan perlombaan YLRC (Yutaka Leader Reading Challenge) pada tahun 2017.
Sekolah-sekolah yang diundang yaitu: SMPN 1 Tambun Selatan, SMPN 1 Cibarusah, SMPN 4 Setu, SMP Bina Bangsa, SDN Telaga Murni 02, SDN Sumber Jaya 04 dan SDN Sumber Jaya 03.

Untuk SMP N 4 setu yang di kepalai oleh Bapak Moch Mardyana Husny, bulan Oktober 2019 dalam rangka bulan bahasa menyelenggarakan lomba Literasi dalam SMPN 4 Head Master Challenge Tingkat SD dan antarkelas Siswa SMPN 4 Setu. Dalam lomba tersebut dimeriahkan oleh pendongeng dari Kolecer (Kotak Literasi Cerdas ) Kabupaten Bekasi Kak Rian .

Bagaimana dengan guru-guru nya sebagai penggerak literasi di kabupaten Bekasi? Sungguh menakjubkan untuk WJLRC katergori guru di raih oleh Guru SMPN 1 Tamsel yaitu Bu Titi Widaryanti dan Bu Turyani Tular. Dinas Arsip dan Perpustakaan termasuk dinas yang sering mengadakan lomba literasi diantaranya pemilihan duta baca tingkat SD-SMP, lomba menulis tentang kebudayaan lokal kabupaten Bekasi kategori umum, lomba membuat pohon geulis, dan lomba membaca puisi.

Komunitas Guru Penulis Bekasi Raya (KGBPR) dibentuk tahun 2017 di ketuai oleh Bapak Prawiro Sudirjo. Komunitas ini adalah wadah bagi guru dan pengawas yang mempunyai kegemaran menulis baik guru yang bertugas di Kabupaten maupun Kota Bekasi dengan jumlah peserta 247 orang. Aktivitasnya menulis buku antologi maupun menulis buku tunggal. Untuk jenis tulisan opini, puisi, diakomodir oleh koran Radar Bekasi untuk ditampilkan .

KGPBR sering mengadakan berbagai kegiatan kepenulisan, seminar dan perlombaan tingkat TK sampai SMA/SMK dan juga guru-guru. Kemudian untuk para penulis yang menggunakan aplikasi Gurusiana kabupaten Bekasi meraih peringkat terbanyak penulis selama dua bulan. Para guru juga ada wadah menulis Kompasiana, Guneman, Buletin Geulis dll.

Para Guru di Kabupaten Bekasi banyak yang aktif di bidang literasi baik yang ikut di komunitas tingkat kabupaten, Provinsi Jawa Barat KGPJB dan ada komunitas tingkat sekolah seperti Calakan SMPN 1 Cibarusah, Gliter SMPN 1 Tambun selatan Sepat GMM SMPN 4 Setu dan banyak lagi. (*)

Anggota KGPBR

Related Articles

Back to top button