Metropolis

Dihantui Banjir Kiriman

BANJIR KIRIMAN: Seorang warga menyelamatkan barang bawaanya saat menerobos banjir di Kampung Lebak, Kelurahan Teluk Pucung, Bekasi Utara, Selasa (19/5). RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Banjir kiriman masih menghantui warga di sejumlah wilayah bantaran Kali Bekasi.  Senin (18/5) malam banjir luapan kali Bekasi menerjang sejumlah pemukiman warga.

Kampung Lebak, Kelurahan Teluk Pucung, Bekasi Utara, Perumahan Kartini dan perkampungan sekitarnya ikut tergenang.

Yusron (33) seorang warga sekitar mengatakan, banjir yang menerjang pemukimannya itu dampak luapan Kali Bekasi. Air mulai naik, dan membanjiri pemukiman tempat tinggalnya, sekitar pukul 22.25. Sebelum banjir terjadi, warga disekitar sudah menerima informasi terkait adanya peningkatan debit air.

“Ya sebelum banjir datang semua warga disini sudah dapat informasi lebih dulu. Kebetulan disini ada warga yang ikut Grup Bendung P2C, dan diapun mengabarkan ke kami dengan share info yang diterimanya ke Grup RT. Jadi, Alhamdulillah kita sudah antisipasi untuk selamatkan barang-barang,” kata Yusron kepada Radar Bekasi, Senin (18/5) malam.

Yusron menambahkan, ketinggian air mulai dari 50 hingga 70 cm. “Paling parah yang rumah warga di bawah deket bantaran kali, meraka rata-rata tukang tempe, tukang tahu. Banyak yang ngungsi, kurang lebih ada sekitar 100 KK,” jelasnya.

Terpisah, Abdul Haris (34) seorang warga lainnya menginformasikan, selain pemukiman warga, sejumlah pelaku usaha juga terdampak, termasuk dua bangunan rumah sakit, hotel dan sekolah.

“Ya seperti biasa bang, kiriman air dari Kali Bekasi sudah genangi Jalan Kartini yang sudah ditutup tak bisa dilintasi kendaraan. Rumah sakit, hotel, sekolah, maupun beberapa tempat usaha di kawasan itu, serta Perumahan Kartini semua sudah tergenang banjir seperti biasanya” ungkap Abdul Haris.

Terpisah, salah satu petugas BPBD Kota Bekasi, Karsono mengakui, banjir yang menggenangi kawasan itu disebabkan akibat luapan air Kali Bekasi. Luapa itu dampak meningkatnya debit air di Kali Cikeas P2C yang sempat mencapai top level TMA 660 cm. “Benar ada genangan imbas peningkatan debit air Kali Cileungsi-Cikeas, tapi saat ini sudah mulai turun diangka TMA 400 cm,” kata Karsono yang saat ini banjir mulai surut. (mhf)

Related Articles

Back to top button