Berita Bekasi Nomor Satu

Wakil Wali Kota Bekasi: Pesantren Harus Jadi Benteng Moral Bangsa

SAMBUTAN: Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe menghadiri Haul ke-28 Almagfuriah KH Abubakar Jamal HA dan Haul ke-10 KH Hairuddin Abubakar di Yayasan Al Barokah Jatimakmur, Pondokgede, Sabtu (27/6) malam. FOTO: ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Di tengah derasnya arus globalisasi yang dinilai mengikis nilai-nilai keagamaan, pesantren kembali ditegaskan sebagai benteng moral sekaligus tempat mencetak generasi berkarakter. Pesan itu disampaikan Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe saat menghadiri Haul ke-28 Almagfuriah KH Abubakar Jamal HA dan Haul ke-10 KH Hairuddin Abubakar di Yayasan Al Barokah Jatimakmur, Pondokgede, Sabtu (27/6) malam.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan disambut hangat para tokoh agama serta ribuan jamaah yang memadati pelataran yayasan.

Dalam sambutannya, Bobihoe menegaskan pesantren memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai lembaga pendidikan Islam, tetapi juga sebagai benteng moral yang mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.

“Pesantren tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga membekali santri dengan ilmu pengetahuan umum sebagai bekal menghadapi masa depan,” ujarnya.

Menurutnya, keseimbangan antara pendidikan agama dan umum menjadikan pesantren mampu melahirkan generasi yang religius, cerdas, sekaligus kompetitif. Kehidupan pesantren yang sarat dengan disiplin juga dinilai efektif membentuk karakter mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian sosial.

“Nilai-nilai tersebut menjadi modal penting bagi generasi muda untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” katanya.

Bobihoe menilai, di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap lunturnya nilai-nilai agama akibat modernisasi, pesantren tetap menjadi pilihan utama masyarakat untuk menanamkan pendidikan karakter sejak dini.

Meski demikian, ia mendorong pondok pesantren terus berinovasi dengan mengintegrasikan metode pembelajaran modern agar mampu mengikuti perkembangan zaman dan bersaing dengan lembaga pendidikan lainnya.

Selain berfungsi sebagai lembaga pendidikan, lanjut dia, pesantren juga menjadi ruang membangun jejaring sosial antarsantri dari berbagai daerah dan latar belakang. Interaksi tersebut dinilai menjadi modal penting dalam membangun sikap toleransi dan menghargai perbedaan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pendidikan keagamaan, Pemerintah Kota Bekasi, kata Bobihoe, setiap tahun mengalokasikan bantuan hibah bagi pondok pesantren.

“Pemkot Bekasi terus menyalurkan bantuan hibah kepada lembaga pondok pesantren sebagai bentuk dukungan dan perhatian pemerintah daerah,” tandasnya. (pay)