Cikarang

Hindari Pemeriksaan, Pengendara Nakal Pilih Jalur Arteri

DIPADATI MOTOR: Sejumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor memadati Jalan Inspeksi Kalimalang, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Rabu (27/5). Memasuki hari ketiga pasca Idul Fitri, pemudik sepeda motor mulai melintais Jalan Inspeksi Kalimalang menuju DKI Jakarta. ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sejumlah masyarakat yang baru saja mudik Lebaran dengan menggunakan sepeda motor, maupun mobil ber plat B, memilih jalur arteri hingga jalan tikus. Hal itu dilakukan untuk menghindari pemeriksaan petugas di cek poin arus balik.

Larangan agar tidak mudik oleh pemerintah, tidak menyurutkan niat masyarakat, meskipun harus ada risiko yang akan dihadapi. Salah satunya, yakni diputar balik.

“Sebelum berangkat, kami sempat nanya-nanya juga. Jalan biasa lebih aman, juga banyak jalur yang bisa dilewati. Dan sampai Cikarang, masih bisa lolos. Memang ada pemeriksaan, tapi Alhamdulillah bisa sampai juga ke Bekasi yang tidak jauh dari Jakarta. Tapi banyak juga yang disuruh putar balik,” kata salah satu pemudik yang enggan namanya ditulis ini, Rabu (27/5).

Dari pantauan Radar Bekasi, di lampu mereh dekat Samsat Kota Bekasi, tepatnya di Jalan Juanda, Bekasi Timur, kendaraan yang keluar dari tol tidak terlalu banyak. Berbanding terbaik dengan di pertigaan Cikarang Barat.

Meski begitu, beberapa jalur di perkampungan, salah satunya di Jalan Inpeksi CBL, Cibitung, kendaaran ber plat B cukup ramai. Padahal, pengemudi harus menghadapi risiko rusaknya jalan tersebut.

Seorang pengendara asal Kota Bekasi, Agus mengakui, bahwa untu melalui jalur tikus di Kabupaten Bekasi sanngat memungkinkan bisa sampai ke Kota Bekasi dengan lancar.

“Kami baru pulang dari Bandung menggunakan dua mobil, dan kebetulan rumah dekat terminal Bekasi. Namun saudara saya disuruh putar balik saat masuk Kabupaten Bekasi, tapi saya bisa lolos, karena memilih jalur tikus dan masuk dari wilayah Cikarang Barat,” terang Agus.

Sementara itu,, Kasatlantas Polres Metro Bekasi Kabupaten, AKBP Rachmat Sumekar mengakui, ada peningkatan kendaraan yang melintas di jalur arteri. Ia berpendapat, bahwa pengendara yang enggan melewati jalan tol, karena tidak memiliki surat izin.

“Iya mulai banyak kendaraan  yang melintas di jalur alteri, sedangkan yang lewat tol sedikit, karena di KM 47 ada pemeriksaan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) Jakarta. Dan jika tidak punya SIKM, akan diputar balikkan,” bebernya.

Padahal, kata dia, di sepanjang jalur arteri ada beberapa pos pemeriksaan SIKM. Sejauh ini, dari penjagaan yang dilakukan anggota TNI, Polri, Satpol Pp dan Dishub DKI di pos pemeriksaan Kedung Waringin dan Cibitung sebanyak 904 kendaraan diputar balikkan.

“Tiga hari semenjak lebaran, jumlah kendaraan yang diputar balikkan mencapai 904 di jalur arteri Bekasi. Selain itu, sebelum masuk ke jalur Bekasi, penyekatan kendaraan yang masuk Jakarta juga dilakukan dari Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Tujuannya, untuk mencegah warga yang dari luar daerah membawa Covid-19 ke Jakarta,” tandas Rachmat. (dan)

Close