Metropolis

Pengunjung Mal Dibatasi

JAGA JARAK: Pengunjung salah satu tempat makan di Bekasi Cyber Park (BC) diberi sekat pembatas sebagai upaya penerapan physical distancing mengantisipasi penyebaran Covid-19. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sejumlah pusat perbelanjaan yang mulai beroperasi diwajibkan menerapkan protokol kesehatan ditengah pandemi Covid-19. Termasuk adanya pembatasan pengunjung sebagai penerapan physical distancing.

Untuk restoran atau tempat makan, physical distancing diterapkan bagi pengunjung yang makan ditempat dengan adanya sekat pembatas.

Marketing Communications Head Bekasi Cyber Park (BCP), Mela Sundari mengatakan, hal itu mulai diberlakukan.

“Untuk restoran dan food court kita sekat jarak dengan plastik transparan, Kursi yang tadinya berjumlah empat kursi pada satu meja, kini menjadi dua kursi saja pada satu meja (pembatasan),” katanya, ketika dihubungi Radar Bekasi, Minggu (7/6).

Mela-sapaan akrabnya-mengatakan, garis pembatas antrean juga dipasang di lokasi tenant yang memiliki banyak pengunjung.

“Seperti, Hari-Hari Pasar Swalayan dan Grapari Telkomsel. Itu kita batasi dengan garis tetap jaga jarak dengan tulisannya,” ucapnya.

Pihaknya juga menjelaskan, pembatasan pengunjung dilakukan sebanyak 50 persen dari total kapasitas. Ia mencontohkan, jika kapasitas 1000 orang, maka pengunjung yang diizinkan masuk hanya 50 persennya, sisanya menunggu bergantian untuk masuk.

Untuk menerapkan protap kesehatan selain security ada petugas gabungan dari sejumlah instansi baik Kepolisian, TNI, serta Pemerintah Kota Bekasi. Petugas berjaga di pintu masuk mal dan tenant, dengan fasilitas handsanitizer, wastafel dan thermo gun. “Saat ini semua restoran kita buka,” jelasnya.

Kendati demikian, untuk pendapatan pihaknya menilai belum stabil seperti sebelumnya.

“Sakarang masih berproses. Saya berharap semoga pandemi Covid-19 ini segera berakhir, perekonomian juga dapat membaik, sehingga daya beli masyarakat diharapkan bisa kembali baik (bagus),” paparnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Bekasi, Kariman mengatakan, sosialisasi kepada manajemen mal sudah dilakukan sepekan lalu.

“Kalau mal-mal nya itu belum berjalan semuanya, hanya tenant-tenant tempat makan saja yang boleh buka. Karena kita juga sedang melihat protap, persiapannya,” kata Kariman saat di hubungi Radar Bekasi.

Sebelumnya, ia bersama Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi sempat memantau salah satu mal terkait penerapan protokol kesehatan.

“Kita akan terapkan apa yang ada di Perwal apabila ada Mal yang tidak mengikuti protokol kesehatan. Saya juga berharap kondisi yang saat ini berakhir dan segara memulihkan ekonomi di Kota Bekasi,” ungkapnya. (pay)

Related Articles

Back to top button