BekasiMetropolis

Kapasitas Peron Dibatasi

ILUSTRASI: Penumpang ketika berjalan di peron Stasiun Bekasi belum lama ini. Jumlah penumpang yang menunggu di peron dibatasi hanya 250 orang. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Stasiun Bekasi membatasi kapasitas penumpang di peron sebanyak 250 orang. Penumpang lain harus mengantre di depan loket hingga area parkir untuk menanti diizinkan masuk ke peron.

Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menjelaskan aturan itu untuk menghindari penumpukan akibat lonjakan penumpang.

“Di emplasemen (peron) itu 250 orang. Jadi disesuaikan dengan kuota kapasitas rangkaian kereta,” kata Tri, Selasa (16/6).

Dia menilai masih ada sejumlah perbaikan yang harus dilakukan di stasiun itu. Misal, pengaturan area parkir kendaraan yang menganggu antrean calon penumpang KRL.

“Ketertiban optimalisasi daripada antrean yang ada, tentunya harus ada beberapa yang harus diperbaiki terkait masih ada pengguna KRL yang parkir sembarang sehingga mengganggu proses antrean yang ada,” imbuhnya.

Tri juga meminta penumpang jangan saling berebutan dan saling dorong masuk ke kereta. Apalagi mereka yang sudah di peron dipastikan bisa masuk ke dalam gerbong kereta.

“Ini pola perilaku yang harus diubah, ketika mereka sudah masuk ke dalam emplasmen (peron) ada satu keyakinan kalau mereka akan mendapatkan kereta jadi enggak perlu harus berebut dan ini membutuhkan waktu ya,” ucapnya.

Tri mengimbau agar tetap peduli kesehatan, tetap mematuhi protokol kesehatan wajib memakai masker, tetap menjaga jarak dan rajin mencuci tangan.

“Karena mau bagaimana pun mencegah lebih baik daripada mengobati,” tutupnya. (dil)

Related Articles

Back to top button