Cikarang

Tumpukan Sampah di TPA Burangkeng Rawan Longsor

SAMPAH MENGGUNUNG: Sebuah alat berat sedang mengeruk sampah yang sudah menggunung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng,
Setu, Kabupaten Bekasi, Selasa (7/7). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, Imam Hambali, menyoroti makin parahnya volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng. Bahkan, ia menilai, ketinggian tumpukan sampah di lokasi sudah tidak ideal dan rawan longsor.

“Kalau dibiarkan terus- menerus seperti itu, akan semakin cepat menggunung, dan paling setahun bisa saja sampak yang ada di TPA Burangkeng, longsor,” ujar Imam, Selasa (7/7).

Oleh karena itu, Imam mengimbau agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi harus bertindak cepat mengatasi masalah volume sampah di lokasi TPA yang saat ini sudah overload.

“Dalam tiga bulan terakhir saja, atau saat masa pandemi Covid-19, peningkatan sampah sangat signifikan. Kemungkinan masih akan terus bertambah,” bebernya.

Kekhawatiran akan adanya longsor, tambah Imam, terlihat dari volume sampah yang terus meninggi, dan seolah sudah menjadi pegunungan sampah.

“Kekhawatiran kami adalah terjadi longsor. Makannya, data sampah yang dibuang ke TPA Burangkeng harus valid dan tidak berasumsi. Saya sendiri memang belum dapat gambar datanya,” ucap Imam.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) TPA Burangkeng, Maulana menyampaikan, dua tahun ke depan perluasan harus dilakukan. Untuk penanganan sampah ini, kata dia, harus dilakukan sesegera mungkin.

“Sehari ada 750 ton sampah dari Kabupaten Bekasi yang dibuang ke TPA Burangkeng. Itupun belum terangkut semua,” bebernya.

Sejauh ini, lanjut Maulana, pihaknya terus melakukan pemantauan setiap truk yang masuk untuk membuang sampah.

“Kami memiliki alat timbangan untuk mengetahui volume sampah yang diangkut truk dan dibuang ke TPA Burangkeng,” tandas Maulana. (dan)

Related Articles

Back to top button