Metropolis

Jenazah yang Hilang Ditemukan Dalam Septic Tank

PENCURIAN JENAZAH: Warga melihat kondisi makam yang digaris polisi di Tempat Pemakaman Umum Karang Bahagia Kabupaten Bekasi, Minggu (19/7). Jenazah di makam itu diduga dicuri oleh orang tak dikenal. ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Jenazah yang hilang di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karangbahagia, akhirnya ditemukan oleh anggota Polsek Cikarang Utara, di dalam tangki kotoran (septic tank), tidak jauh dari pemakaman.

Polisi menemukan jenazah usai melakukan penelusuran selama dua pekan terakhir. Kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui siapa pelaku pencurian jenazah tersebut.

“Benar jenazah yang dicuri dari TPU sudah ditemukan dalam septic tank,” ujar Kapolsek Cikarang Utara, Alin Kuncoro, Kamis (6/8).

Menurutnya, jenazah ditemukan dalam tangki kotoran yang masih berada di komplek TPA, tepatnya di belakang rumah dinas yang tidak lagi digunakan. Polisi menemukan jenazah tersebut di dalam tangki sudah mengering di kedalaman lima meter.

Saat ditemukan, tubuh jenazah sudah tinggal tulang belulang yang dibungkus karung. “Tulang belulang itu kami bawa ke Rumah Sakit Polri, Kramatjati, Jakarta Timur untuk dibedah tim forensik. Hasilnya, memang jenazah itu yang hilang beberapa waktu lalu,” terang Alin.

Lanjutnya, jenazah tersebut berinisial AP (32), yang sudah meninggal pada Maret 2020. Kemudian pada 17 Juli 2020, jenazah AP dilaporkan hilang saat keluarga hendak ziarah. Keluarga curiga, saat kayu penutup jenazah berada di permukaan tanah dan kondisi makam rusak. Ketika digali, jenazah tidak ditemukan dalam liang lahat.

“Petugas forensik mencocokkan penemuan rambut di lokasi dengan jenazah tersebut, sekaligus mencocokkan dengan DNA pihak keluarga,” beber Alin.

Meski demikian, Alin mengakui, pihaknya masih menelusuri siapa pelaku pencurian jenazah itu, termasuk motifnya. Adapun saksi yang sudah diperiksa sebanyak enam orang. Mereka, antara lain keluarga, penggali kubur, penjaga TPU sampai penduduk yang tinggal di sekitar TPU tersebut.

“Kami masih melakukan penyelidikan, untuk mengetahui siapa pelaku pencurian jenazah itu. Bahkan kami telah memeriksa enam saksi, dan dari penemuan jenazah ini, terus dilakukan pengembangan,” tandas Alin.

Seperti diketahui, beberapa pekan lalu, warga Karangbahagia dikejutkan dengan hilangnya jenazah dari pemakaman. Selain AP, terdapat satu jenazah lagi yang hilang, yakni Sari binti Samin yang meninggal pada 2017 silam. Jenazah nenek ini, hilang sepekan sebelum AP. Hingga kini, polisi pun masih mencari jenazah Sari binti Samin.

Sementara itu, Ketua RT 03/01, Desa Karang Bahagia, Mansyur, berharap pelaku pencurian jenazah segera ditangkap, agar peristiwa serupa tidak terulang kembali.

“Sekarang jenazah satu sudah ditemukan, semoga jenazah yang satu-nya lagi juga bisa seger ditemukan, termasuk pelakunya ditangkap,” imbuh Mansyur.

Dia menambahkan, pembongkaran makam sebelumnya juga pernah terjadi beberapa bulan lalu. Tapi, kejadian pertama itu berhasil digagalkan pihak keluarga yang kebetulan datang saat ziarah.

“Jadi, saat itu ada orang yang sengaja membongkar makam. Tapi keburu keluarganya datang, itu jenazah ditinggalin. Akhirnya, pihak keluarga memakamkan lagi jenazah tersebut. Nah ini kejadian lagi, ada dua yang hilang,” pungkasnya. (pra)

Close