Berita Bekasi Nomor Satu

Kepala SMAN 2 Kota Bekasi Tegaskan Sudah Berupaya Mediasi Konflik Dua Siswi

SMAN 2 Kota Bekasi. FOTO: ADIKA FADIL/POJOKSATU.ID

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kepala SMAN 2 Kota Bekasi, Suhendi, menegaskan bahwa pihaknya telah berupaya memediasi konflik antara dua siswi yang kini berujung pada saling lapor ke pihak kepolisian. Bahkan, mediasi sempat menghasilkan kesepakatan damai.

“Sekolah sudah berusaha dan terus berupaya mempertemukan kedua belah pihak untuk berdamai,” ujar Suhendi kepada Radar Bekasi, Rabu (22/4).

Ia menegaskan, di tengah konflik yang berkembang, sekolah tetap memastikan hak pendidikan kedua siswi tidak terganggu.

“Kami memastikan hak-hak pendidikan anak tetap berjalan,” tambahnya.

Kasus ini bermula dari pengakuan siswi kelas X berinisial EQ yang mengaku kerap mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari kakak kelasnya, AN. Ketegangan memuncak pada Februari 2026 di kantin sekolah.

BACA JUGA: “Uang Damai” Rp200 Juta Bikin Prahara Membara

Saat itu, EQ mendatangi AN untuk meminta penjelasan. Namun situasi justru memanas hingga terjadi kontak fisik. EQ disebut sempat memukul AN menggunakan nampan makanan.

Pasca insiden tersebut, guru Bimbingan Konseling (BK) langsung melakukan mediasi dan kedua pihak sempat sepakat menyelesaikan persoalan secara damai. Namun, kesepakatan itu tidak bertahan dan perkara berlanjut ke jalur hukum.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kusumo Wahyu Bintoro, membenarkan bahwa laporan dari kedua belah pihak telah diterima.

“Sementara laporan sudah kita terima, saat ini masih dalam tahap pemeriksaan,” ujar Kusumo saat ditemui, Jumat.

Menurutnya, penyidik masih akan mendalami kasus tersebut sebelum menentukan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan memanggil kedua pihak untuk dimintai keterangan.

“Sementara masih kita dalami terlebih dahulu,” katanya.

Terkait isu adanya permintaan uang sebesar Rp200 juta, pihak kepolisian menyatakan belum mendapatkan informasi tersebut.

“Kita belum mendengar tentang itu,” tegasnya.

Meski melibatkan anak di bawah umur, polisi juga belum memastikan apakah akan ditempuh upaya diversi.

“Ini masih tahap pemeriksaan. Nanti akan kita tentukan langkah selanjutnya,” pungkasnya. (rez)