Bekasi

20 Pasien Huni RS Darurat

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Rumah Sakit (RS) Darurat Stadion Patriot Candrabhaga sudah terisi pasien Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 35 persen dari total kapasitas yang ada. Ya, 20 pasien sedang menjalani isolasi mandiri. Dua diantaranya merupakan anak-anak usia tiga dan lima tahun. Mereka tertular dari orangtuanya yang juga terkonfirmasi positif Covid-19.

Data hasil analisis website resmi milik pemerintah, Covid-19.go.id, Kota Bekasi saat ini berstatus zona merah pada peta risiko penyebaran kasus setelah sebelumnya berstatus risiko sedang atau orange.

Kondisi serupa juga terjadi beberapa wilayah sekitar, diantaranya Kota Administratif Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Utara. Sedangkan risiko penyebaran sedang di wilayah Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, dan Kota Depok.

Satuan Tugas (Satgas) Penanngan Covid-19 Kota Bekasi telah mengirimkan surat kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Analisis Satgas saat ini, sampel yang masuk di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) per hari mencapai 500 spesimen swab. Sementara jumlah sampel yang dapat diuji 260 spesimen setiap harinya. 25 hingga 30 persennya diantaranya terkonfirmasi positif. Pengadaan alat PCR mendesak untuk segera guna mengurai antrian sampel.

“Kalau kita lihat jumlah yang itu (terkonfirmasi positif per hari) kita hampur tiga ribu yang nih kumulatif. Yang meninggal hampir 100 (terkonfirmasi positif), artinya memang banyak. Kalau dikompilasi dengan kemampuan Bed (tempat tidur) RS nya nggak cukup sebenarnya,” terang Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bekasi, Rahmat Effendi, Kamis (24/9).

Total kapasitas tempat tidur di RS Kota Bekasi sebanyak 150 tempat tidur, sisa tempat tidur ini disebut masih bisa menampung pasien terkonfirmasi positif dengan gejala sedang hingga berat. Penanganan pasien utamanya bagi pasien OTG berlangsung dalam waktu singkat minimal 8 hari.

Menurutnya, 60 persen warga Kota Bekasi beraktivitas di DKI Jakarta, maka status Kota Bekasi tidak akan membaik jika wilayah sekitar khususnya DKI Jakart tidak menunjukkan perbaikan, kecuali akses warga di tutup.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi, Tanti Rohilawati mengatakan pihaknya segera dalam waktu dekat menghitung kebutuhan tenaga medis dan para medis yang akan bertugas di The Green Hotel Bekasi, temlat isolasi mandiri.”Kalau untuk kebutuhan (sementara) per satu lantai, kita bisa untuk perawat dua sama dokter,” ungkapnya.

Perkembangan kondisi kesehatan 20 pasien di RS darurat disampaikan masih dalam keadaan sehat, tidak menunjukkan gejala. Lima pasien yang telah dirawat selama tiga hari telah dilakukan tes swab untuk mengetahui perkembangan kondisi kesehatan pasien OTG.

Alat PCR yang dimiliki Kota Bekasi untuk memproses penerimaan spesimen per hari sebanyak tiga alat PCR di Labkesda , satu diantaranya melalui Kerjasama Operasional (KSO) dengan kapasitas masing-masing 96 sampel. Dua alat PCR lainnya ada di RSUD Chasbullah Abdulmajid dengan kapasitas mencapai 900 sampel per hari.

Penambahan tiga alat PCR ditarget pekan ini telah seleai dan tersedia di tiga RSUD tipe D, dengan kapasitas berkisar 34 hingga 64 sampel dalam sekali operasi, melalui mekanisme KSO.”Ini sedang berproses Minggu ini, karena kita harus melihat beberapa aspek,” tukasnya.

Angka reproduksi saat ini disebut menurun diangka 1,1 setelah sebelumnya berada diangka 1,55. Angka kematian dengan status terkonfirmasi positif Covid-19 atau dengan keterangan penyakit menular khusus dalam satu hari sebanyak 5-6 kasus, catatan 14 September lalu mencetak angka kematian tertinggi sebanyak 8 kasus. (Sur)

Close