Berita UtamaPolitik

PAN Nilai Jokowi-Ma’ruf Gagal Tepati Janji

RADARBEKASI.ID, BEKASI – DPD PAN Kabupaten Bekasi menilai satu tahun kepemimpinan pasangan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin gagal. Karena belum dapat melaksanakan janji kampanye.

Sekretaris DPD PAN Kabupaten Bekasi, Roy Kamarullah mengatakan, kondisi pandemi Covid-19 yang sedang melanda dunia menjadi alasan pasangan tersebut gagal menepati janji kampanye dari berbagai sektor. Mulai dari infrastruktur, subsidi pangan, peluang kerja, perbaikan gizi, dan beberapa janji-janji lainnya.

“Apabila tolok ukurnya janji-janji saat kampanye, masih belum berhasil. Pandemi ini menjadi alasan,” katanya, Selasa (20/10).

Dirinya juga menuding kalau pemerintahan Jokowi-Ma’ruf pada periode pertama ini belum berpihak kepada masyarakat. Hal ini menyusul beberapa produk hukum yang disahkan selama beberapa waktu kebelakang seperti UU KPK dan Omnibus Law UU Cipta Kerja. “Kalau saya sih melihatnya, keberpihakannya lebih condong kepada investor,” ucapnya.

Roy mengakui, terdapat sebagian pihak yang mengapresiasi kepemiminan nasional selama satu tahun kebelakang karena adanya subsidi yang disalurkan langsung kepada masyarakat. Tapi, menurut Roy, subsidi itu diberikan karena sedang masa pademi. “Kalau sampai pandemi enggak ada, bantuan ke masyarakat itu belum tentu ada,” tukasnya.

Menyikapi hal tersebut, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi, Usup Supriatna menilai, kinerja Jokowi selama satu tahun ini sudah maksimal walaupun di tengah pandemi covid seperti sekarang.

Dia menyatakan, hal ini dapat dilihat dari penangangan Covid-19 yang mendapatkan pengakuan dari WHO. Selain itu, keberhasilan dan kerja nyata pemerintahan dapat dilihat dari sektor infrastruktur dan segi ekonomi.

“Sudah berapa kilometer yang sudah dibangun ?. Lalu dari segi ekonomi, Pak Jokowi termasuk jago, karena masih terbaik, tidak terlalu buruk di dunia,” tuturnya.

Terkait penilaian Roy yang menyebut pemerintah tidak berpihak kepada masyarakat, Usup meyatakan hal itu akan lebih tepat jika dipertanyakan langsung kepada penerima subsidi.

Karena, selama pandemi banyak bantuan yang diberikan pemerintah untuk masyarakat, seperti BLT, Bansos, dan kebijakan-kebijakan pro rakyat lainnya.

“Kalau enggak berpihak ke masyarakat, coba aja turun ke daerah-daerah. Karena di tengah pandemi seperti sekarang saja masih banyak bantuan yang diberikan,” jelasnya.(pra)

Related Articles

Back to top button