Berita UtamaPendidikan

Santri Luar Jabodetabek Dipulangkan Lebih Awal

santri
ILUSTRASI: Sejumlah santri berada di Pondok Pesantren Nuu Waar Setu Kabupaten Bekasi, belum lama ini. Sejumlah santri dari luar Jabodetabek yang tengah menimba ilmu di pondok pesantren wilayah Bekasi dipulangkan lebih awal ke rumah masing-masing. ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sejumlah santri dari luar Jabodetabek yang tengah menimba ilmu di pondok pesantren wilayah Bekasi dipulangkan lebih awal ke rumah masing-masing.

Mereka dipulangkan atas permintaan orang tua karena khawatir anaknya tak bisa merayakan Idul Fitri di rumah setelah pemerintah membuat kebijakan peniadaan mudik mulai 6 — 17 Mei 2021 guna mencegah penyebaran Covid-19.

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hidayah Jatisari Ismail Anwar mengatakan, bahwa pemulangan santri dibagi menjadi dua. Yakni pemulangan lebih awal dan normal.

Santri dari luar wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), telah dizinkan pulang ke rumah pada minggu lalu. Ismail menyebut, santri yang sudah pulang tak banyak.

“Untuk di ponpes saya tidak banyak santri yang berada di luar provinsi,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Senin (26/4).

Sedangkan santri dari Jabodetabek, jadwal pemulangan pada 2 Mei 2021. Dengan demikian, saat ini mereka masih melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

“Jadi masih ada sebagian santri yang memang masih belajar tatap muka, karena tempat tinggalnya tidak di luar dari provinsi. Tapi akan kami pulangkan pada 2 Mei nanti, sesuai dengan libur awal lebaran,” ucapnya.

Hal senada disampaikan oleh Kepala Sekolah Tahfidz DTI Kota Bekasi Ahmad Mahwan mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan pemulangan sebagaian santri yang berasal dari luar wilayah Jabodetabek.

“Kami sudah memulangkan sebagian santri pada 22 April kemarin,” jelasnya.

Sama seperti kebijakan ponpes pada umumnya, santri dari wilayah Jabodetabek akan dipulangkan pada awal bulan depan. Sementara ini santri yang belum dipulangkan, masih melaksanakan proses pembelajaran secara normal.

“Sebagian santri yang berada di Jabodetabek akan kami pulangkan pada 1 Mei,” ucapnya.

Bagi santri yang dipulangkan lebih awal, mereka tetap melaksanakan pembelajaran namun dilakukan secara daring. Sebab jadwal libur lebaran ponpes akan dimulai pada 2 Mei 2021.

“Kami pulangkan lebih awal, karena ada kebijakan pemerintah yang melarang adanya mudik. Jadi beberapa orang tua santri kami khawatir anaknya tidak bisa pulang. Makanya kami memutuskan untuk memulangkannya lebih awal,” jelasnya.

Menurutnya, santri akan kembali ke pondok diatas h+7 lebaran. Sebelum kembali mengikuti pembelajaran, harus menyertakan surat keterangan bebas Covid-19.

“Biasanya 10 hari setelah lebaran mereka akan kembali ke pondok, tentu harus menyertakan surat rapid antigen. Atau nanti setelah diponpes akan kami rapid terlebih dahulu,” katanya.

Sementara, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Mujtahidiin Kabupaten Bekasi Mardanih mengatakan, santri aktif yang saat ini sedang melaksanakan proses pembelajaran di ponpes bukan berasal dari luar pulau jawa atau provinsi. Dengan demikian, santri yang akan merayakan lebaran baru akan dipulangkan ke rumahnya pada 2 Mei 2021. (dew)

Related Articles

Back to top button