Cikarang

DLH Dinilai Belum Mampu Atasi Masalah Sampah

DLH Dinilai Belum Mampu Atasi Masalah Sampah

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, hingga saat ini belum dapat mengatasi persoalan sampah yang berserakan di tempat pembuangan sampah liar. Hal ini disebabkan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Burangkeng, sudah kepenuhan.

Kepala DLH Kabupaten Bekasi, Peno Suyatno mengakui, pihaknya belum memiliki alat atau teknologi untuk menghancurkan sampah untuk diolah menjadi sumber tenaga listrik maupun pupuk.

“Memang untuk memperluas lahan di TPAS Burangkeng, kami terkendala dengan peraturan tata ruang. Oleh sebab itu, harus melakukan inovasi dengan menggunakan teknologi,” ujar Peno, Kamis (6/5).

Namun kata dia, pihaknya masih melakukan pengkajian sekaligus membuat regulasi yang mengacu pada perundang-undangan supaya tidak terjadi kesalahan administrasi.

Dijelaskan Peno, pemanfaatan teknologi untuk memusnahkan sampah itu sudah lama direncanakan. Hanya saja memang belum terealisasi.

Sementara itu, Sekretaris Gerakan Pemuda Anshor Kabupaten Bekasi, Himawan Abror menilai, perlu keseriusan DLH dalam hal ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi untuk merealisasikan program tersebut.

Menurut dia, banyaknya tempat pembuangan sampah liar menjadi pertanyaan masyarakat. Apakah DLH sudah tidak mampu lagi mengatasi persoalan sampah di Kabupaten Bekasi, atau kendalanya seperti apa.

“Kalau hanya sebatas rencana, saat ini bukan jamannya lagi. Sebab, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemkab Bekasi kan lumayan besar. Lalu, kenapa tidak mampu untuk membeli alat pengolah sampah menjadi tenaga listrik atau pupuk?,” tanya Himawan.

Belum lagi, rencana terkait perluasan TPAS Burangkeng yang sudah oveload, dengan alasan terkendala tata ruang, itu sudah empat tahun yang lalu.

“Tapi anehnya, hingga saat ini belum ada solusianya dan rencana memanfaatkan teknologi juga belum terealisasi. Oleh sebab itu, perlu keseriusan Pemkab Bekasi, dalam hal ini DLH untuk mengatasi persoalan sampah demi kepentingan masyarakat,” beber Himawan. (and)

Related Articles

Back to top button