BekasiMetropolis

Kekaisaran Sunda Nusantara Pernah Bermarkas di Rawalumbu

Anggota Dijanjikan Memiliki Banyak Uang

BEKAS MARKAS SUNDA NUSANTARA :  Pengendara melintas di depan bekas markas Kekaisaran Sunda Nusantara di Jalan Kemuning Raya, RT 01/RW 04 Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Kamis (6/5). RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI05

RADARBEKASI.ID, RAWALUMBU – Kekaisaran Sunda Nusantara menjadi buah bibir, Setelah kepolisian menilang pengemudi Mitsubishi Pajero Sport bernomor plat SN 45 RSD, Rusdi Karepesina (55) yang mengaku sebagai jenderal Kekaisaran Sunda Nusantara karena menggunakan plat nomor aneh di ruas jalan tol Cawang. Kekaisaran ini ternyata sempat bermarkas di Kota Bekasi, tepatnya di Jalan kemuning raya RT 01/ 05 kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu.

Lokasi yang sempat dijadikan markas oleh kekaisaran ini berada di rumah tinggal, tepat dibelakang jajaran ruko tepat di pinggir jalan Kemuning Raya. Saat ini empat pintu ruko yang berjajar tersebut diantaranya digunakan oleh pedagang klontong dan bengkel motor.

“Bukan disini (ruko) tapi di belakang, Udah pindah, udah lama kali, udah dua tahunan. Aku kurang tau, orang jauh kayanya,” kata salah satu penjaga warung klontong yang dijumpai oleh Radar Bekasi, Kamis (6/5).

Ia mengaku tidak mengetahui persis berapa banyak anggota yang kerap berkumpul atau mengunjungi selama bermarkas di lokasi ini. Dugaannya anggota yang datang berasal dari luar pulau Jawa.

Sementara itu, pemilik rumah, Ahmad memperkirakan Kekaisaran Sunda Nusantara bermarkas selama empat tahun. Bahkan, salah satu anggota keluarganya sempat bergabung dengan kekaisaran ini.”Sudah empat tahun mereka diisini sebelum akhirnya pindah,” katanya.

Markas ini tidak bersifat resmi, tidak juga dilengkapi identitas kekaisaran. Selama empat tahun itu, rumahnya hanya dijadikan lokasi pertemuan anggota kekaisaran, sedangkan anggota yang datang bukan dari daerah tempat tinggalnya, melainkan dari luar pulau Jawa.

BACA JUGA: Polisi akan Periksa Kejiwaan Pengemudi Mobil Berplat Kekaisaran Sunda

Di salah satu ruangan yang pernah dijadikan tempat berkumpul, anggota kekaisaran masih memajang foto-foto Presiden Republik Indonesia (RI). Karena itu ia beranggapan kekaisaran ini masih mengakui diri sebagai bagian dari NKRI.

Sejauh yang ia ketahui, untuk merekrut anggota kekaisaran ini menjanjikan uang. Meskipun hingga saat ini janji-janji tersebut tidak terbukti.”Banyak yang dijanjikan bisa punya uang banyak setelah bergabung dengan kekaisaran ini,” tambahnya.

Termasuk anggota keluarganya yang sempat bergabung, janji akan mendapatkan uang banyak belum terbukti hingga ia mencurigai perekrutan dan janji-janji kekaisaran sebagai bentuk penipuan. Setiap pertemuan, para anggota dimintai uang dengan dalih akan digunakan untuk usaha.

Salah satu warga Kota Bekasi yang enggan disebutkan namanya mengaku sempat diajak bergabung dengan janji akan mendapatkan keuntungan rupiah. Namun, salah satu syaratnya harus mengeluarkan uang yang akan digunakan untuk membangun bisnis.

“Itu saya pernah juga, jadi untuk ikut itu kita harus bermodal dulu, nanti kalau ada keuntungannya itu kita dibagi berapa persen gitu,” terangnya.

Namun, ia menolak ajaka tersebut lantaran dianggap tidak masuk akal. Dalam perekrutannya, anggota kekaisaran ini disebut menggunakan bahasa yang meyakinkan layaknya pebisnis besar.”Tapi saya nggak mau respon, nggak masuk akal kayanya. Kalau memang mau kenapa nggak mereka aja yang jalanin,” tukasnya.

Sementara itu, Rusdi Karepesina, menyebut jika pimpinan Negara Kekaisaran Sunda Nusantara adalah warga Depok, Jawa Barat. Sang pimpinan itu bernama Alex Ahmad Hadi Ngala. Dia berstatus sebagai Panglima Majelis Agung Archipelago.“Saya nggak tahu (alamat lengkapnya) hanya di Kali Ciliwung Depok. Bupati juga wali kota juga tahu kok,” kata Rusdi saat dihubungi, Kamis (6/5).

Menurut Rusdi, Negara Kekaisaran Sunda Nusantara telah diakui oleh Mahkamah Internasional. Wilayahnya pun sangat luas. Termasuk Jakarta. “Putusan Mahkamah Internasional, Sunda Nusantara sudah menang, yang lebih jelasnya silakan tanya ke pimpinan saya,” imbuhnya.

Rusdi mengklaim, anggota Negara Kekaisaran Sunda Nusantara sudah sangat banyak. Namun, dia memastikan Negara Kekaisaran Sunda Nusantara berbeda dengan Sunda Empire.

Dia juga mengaku sudah lama memakai atribut bertanda Negara Kekaisaran Sunda Nusantara, termasuk mobil Mitsubishi Pajero Sport SN 45 RSD. Menurutnya, selama ini tidak pernah timbul masalah.

“Selama ini saya pakai mobil itu hampir satu tahun mondar mandiri nggak apa-apa kok. Mobil itu baru kali pertama ditilang,” kata Rusdi saat dihubungi, Kamis (6/5).

Pria bergelar Jenderal Pertama di Negara Kekaisaran Sunda Nusantara itu mengklaim jika surat-surat kendaraan yang dikeluarkan oleh kekaisarannya adalah sah. Walaupun kepolisian tidak mengakuinya. “Menurut kami dari Kekaisaran, kami sah dan resmi,” tegasnya.

Surat-surat yang dimaksud yakni seperti STNK dan SIM bertanda Negara Kekaisaran Sunda Nusantara. Kendati demikian, Rusdi enggan berbicara lebih jauh terkait kekaisaran tersebut. “Saya tidak bisa menjawab lebih detail. Silakan menanyakan ke pimpinan kita. Saya cerita apa adanya,” ungkap dia.

Sebelumnya, sebuah mobil Pajero Sport dengan plat nomor SN 45 RSD menggegerkan pengguna jalan Tol Dalam Kota Jakarta. Hal itu lantaran plat nomor tersebut berwarna biru. Tidak sesuai aturan lalu lintas di Indonesia.

Di kendaraan tersebut terdapat logo Kekaisaran Sunda Nusantara. Setelah diperiksa petugas, ditemukan pula STNK kendaraan, dengan kop penerbit dari Negara Kekaisaran Sunda Nusantara. SIM pengemudinya pun menggunakan keluaran dari kerajaan tersebut.(sur/jpc)

Related Articles

Back to top button