BekasiMetropolis

Pemudik Kucing- Kucingan

PENYEKATAN JALUR MUDIK : Petugas Polisi, Satpol PP & Dishub melakukan penyekatan mudik di gerbang Tol Bekasi Barat, Kamis (6/5) Petugas gabungan menyekat jalur mudik jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1442 guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Keputusan peniadaan mudik dan mobilisasi di luar wilayah aglomerasi telah diumumkan oleh pemerintah sejak jauh-jauh hari, namun masih saja didapati pengemudi yang nekat mudik keluar daerah yang dikecualikan. Hari pertama larangan mudik kemarin, ratusan kendaraan baik roda empat maupun roda dua diputar balikkan kembali ke wilayah asal, Kamis (6/5).

Berbagai siasat dilakukan oleh para pemudik untuk bisa pulang kampung pada momentum hari raya tahun ini, mulai dari bergerak sebelum peridode peniadaan hingga mensiasati barang bawaan agar tak nampak. Lalu lintas di Bekasi mulai terlihat padat sejak Rabu (5/5) malam hingga dini hari, kendaraan di jalan arteri di dominasi oleh kendaraan roda dua.

Penampakan kendaraan roda dua malam hingga dini hari kemarin memang tidak seperti periode mudik biasanya. Tak nampak barang bawaan mencolok, bahkan ada yang hanya membawa tas gendong layaknya berpergian jarak dekat.

Tidak sedikit pemudik yang kebingungan dengan perubahan pengaturan lalu lintas di simpang Jalan Ahmad Yani sejak progres pembangunan tol Bekasi Cawang Kampung Melayu (Becakayu) melintas. Tidak jarang pemudik terpaksa berhenti sejenak untuk memastikan jalur yang akan di tempuh untuk menuju Jalan Pantura.

BACA JUGA: Penyekatan Timbulkan Kemacetan, Polisi ‘Los’ kan Arus Mudik

Salah satu pemudik yang akan menuju Jalan Pantura, Dodon memilih untuk membawa barang seadanya agar tak diberhentikan oleh petugas gabungan di titik penyekatan atau cek poin. Ia memilih hanya membawa tas ransel berukuran kecil.”Saya takut kalau bawa barang-barang, takut kena razia,” katanya beberapa jam sebelum dimulai penyekatan, Rabu (5/5) malam.

Sejak dimulai pukul 00.00 WIB dini hari kemarin hingga pukul 05.00 WIB pagi, total 136 kendaraan baik roda dua maupun roda empat diputar balik di wilayah Kota Bekasi. Pelaku perjalanan dengan tujuan mudik paling banyak di putar balik di titik penyekatan pintu tol Bekasi Timur dan titik cek poin Patung Garuda Harapan Indah, masing-masing petugas memutar balik 50 kendaraan.

Hari pertama kemarin, semua kendaraan yang diputar balik adalah kendaraan pribadi, belum ditemukan kendaraan umum yang nekat mengangkut penumpang pada masa peniadaan mudik. Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Agung Pitoyo Putro menyampaikan bahwa petugas masih berupaya keras untuk menghalau para pemudik, diakui bahwa pelaku perjalanan dengan tujuan mudik akan melakukan berbagai upaya untuk dapat lolos dari penyekatan maupun cek poin.

Kendaraan pribadi yang dicurigai kuat akan melakukan perjalanan dengan tujuan mudik diantaranya adalah kendaraan yang mengangkut penumpang tiga atau lebih. Untuk itu, petugas memberhentikan kendaraan dan memeriksa dengan ketat setiap kendaraan yang dicurigai.”Ada yang jenis mobil sedan, jenis minibus, kalau ada yang penumpangnya lebih dari empat kita cek, karena ditakutkan tujuan mudik,” paparnya.

Pada jam sibuk, untuk meminimalisir penumpukan kendaraan di depan pintu tol, setiap kendaraan yang melintas diminta untuk membuka kaca mobil. Petugas menaruh perhatian pada jumlah penumpang yang berpotensi mudik.

Hingga pukul 20.00 WIB malam kemarin, total 257 kendaraan di putar balik, terdiri dari 70 kendaraan roda dua, dan 187 kendaraan roda empat. Sejauh ini petugas belum menemukan travel nakal yang nekat mengangkut pemudik, petugas menyediakan beberapa unit kendaraan roda empat yang akan digunakan untuk mengangkut penumpang travel gelap menuju lokasi asal para penumpang.

“Kita sediakan mobil ini juga untuk mengangkut penumpang. Karena travel gelapnya langsung ditindak, penumpangnya kita kembalikan ke tujuan asal,” tukasnya.

Sore hari sekira pukul 16.00 WIB, satu kendaraan minibus dihentikan dan diputar balik oleh petugas lantraran membawa penumpang lebih dari empat ke arah pintu masuk tol Bekasi Barat. Kendaraan yang biasa digunakan untuk kendaraan travel ini terpaksa harus putar balik lantaran tidak memiliki surat izin keluar meskipun berdalih hanya ingin bergerak di kawasan Jabodetabek, identitas penumpang berasal dari wilayah Kabupaten Bekasi.

“Kan kita belum keluar kota, masih di daerah sini. Yang lain sudah (rapid tes) cuma kan saya nggak ada niat ke luar kota, masih di daerah sini,” kata salah satu penumpang kepada petugas.

Malam harinya, Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombespol Aloysius Suprijadi menyambangi titik penyekatan di pintu tol Bekasi Barat. Dia menyampaikan beberapa pemudik nekat untuk tetap mudik. Alasan mereka hanya mencoba dengan harapan dapat lolos dari lokasi penyekatan dan cek poin.

Hari pertama kemarin, kendaraan pemudik yang kedapatan dan diputar balik oleh petugas adalah kendaraan pribadi. Sejuah ini belum dijumpai travel gelap maupun modus pemudik dengan cara lain seperti menggunakan truk pengangkut sayur-sayuran.”Tapi kan kalau mereka lolos disini, mereka akan dicegat juga di pos selanjutnya, di Kabupaten Bekasi, Karawang, terus akan ada pengecekan,” paparnya.

Selain di dua titik penyekatan dan dua titik cek poin di wilayah Kota Bekasi, petugas di masing-masing Polsek juga dipaparkan ikut menjaga jalan-jalan tikus yang memungkinkan untuk dilalui oleh para pemudik. (sur)

Sementara itu, sebanyak 1.070 kendaraan dipaksa putar balik oleh aparat Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya di hari pertama larangan mudik. Kendaraan-kendaraan yang melintasi Tol Jakarta arah Cikampek dan Tol Jakarta menuju Merak ditengarai akan melakukan mudik.“Total sudah 1.070 kendaraan diputrabalikkan, ini masih berlanjut terus,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Yusri Yunus, Kamis

Yusri menjelaskan 1.070 kendaraan itu terdiri dari 895 kendaraan pribadi dan 175 kendaraan umum.“Dengan rincian untuk Gate Cikupa ada 626. Kendaraan pribadi ada 519 dan kendaraan umum 77. Untuk Cikarang Barat ada 444 kendaraan, kendaraan pribadi 346 dan kendaraan umum 98,” tambahnya.

Dia mengatakan petugas Polda Metro Jaya akan terus melakukan penindakan terhadap pemudik yang nekat mudik saat kebijakan larangan mudik mulai diberlakukan hingga berakhirnya peniadaan mudik pada 17 Mei 2021.(sur/fin)

Related Articles

Back to top button