RADARBEKASI.ID, BEKASI SELATAN – Kabar duka terdengar dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1A Tangerang pasca terjadinya kebakaran kebakaran Rabu (8/9) dini hari kemarin. Belakangan diketahui Lapas tersebut over kapasitas, situasi ini tidak jauh berbeda Lapas Kelas IIA Bekasi kelebihan penghuni hingga seribu orang.
Kepala Lapas Kelas IIA Bekasi, Hensyah mengatakan bahwa jumlah warga binaan saat ini mencapai 1.800 orang. Padahal, kapasitas lapas ini setelah ditambah dengan satu blok baru yang telah digunakan hanya 750 orang, maka kelebihan kapasitas saat ini berkisar 1.050 orang. Sementara ruangan yang tersedia hanya 65 kamar. Jika dibagikan, maka setiap kamar terisi 28 hingga 29 narapidana.
Dalam catatan laman sistem database pemasyarakatan pada 8 September 2021, total warga binaan di Lapas Kelas IIA Bekasi sebanyak 1.831, sementara kapasitas Lapas hanya 470 orang. Maka, over kapasitas di Lapas Kelas IIA Bekasi mencapai 290 persen.
Berdasarkan data dari laman tersebut, over kapasitas di Lapas Kelas IIA Bekasi hanya terpaut di bawah Lapas Kelas IIB Tasikmalaya dengan catatan over kapasitas 328 persen. Sejak cataan pada akhir tahun 2011, kapasitas Lapas adalah 470, catatan setiap akhir tahun mulai dari 2011 sampai September 2021 selalu over kapasitas dengan persentase bervariasi.
Satu blok baru yang dioperasikan di Lapas Kelas IIA Bekasi menambah kapasitas yang sejatinya 470 menjadi 750 orang. Masih ada dua blok lain yang belum digunakan lantaran belum memiliki sarana berupa pagar ornamis, pagar baru diajukan tahun pembangunannya tahun ini.
Jika semua sudah bisa digunakan, maka kapasitas Lapas diperkirakan bisa menanpung 2 ribu orang.”Saya belum hitung secara pasti, tapi kira-kira itu kapasitas bisa sampai dua ribu. Karena masing-masing gedung itu memuat 700an, itu ada tiga gedung, ya kurang lebih dua ribu,” terang Hensyah kepada Radar Bekasi, Rabu (8/9).
Upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya bencana kebakaran di lingkungan Lapas, pihaknya secara berkala mengontrol instalasi kelistrikan, berikut dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang tersedia di tiap blok secara berkala. Kemungkinan kebakaran tidak terlalu dikhawatirkan terjadi di blok baru, yang menjadi perhatian saat ini justru gedung yang telah berdiri sejak tahun 1985 silam.
Antisipasi ekstra perlu dilakukan di blok A lantaran bangunan masih menggunakan paviliun. Sedangkan di gedung yang baru, material bangunan mayoritas menggunakan besi dan baja.
“Mungkin yang perlu kami antisipasi ini blok yang lama, yang blok A itu sistimnya masih pakai paviliun-paviliun, seperti hal nya di Lapas Tangerang itu,” tambahnya.
Antisipasi lainnya dilakukan melalui razia barang-barang di kamar warga binaan, selain mengantisipasi gangguan ketertiban, hal ini juga bisa mencegah adanya barang-barang yang berpotensi memantik terjadinya kebakaran.
Selama razia dilakukan, seperti beberpaa waktu yang lalu, belum pernah ditemukan barang-barang yang berpotensi memantik terjadinya kebakaran di lingkungan Lapas, seperti minyak tanah dan lain sebagainya. Selama ini yang ditemukan oleh petugas diantaranya barang-barang yang terbuat dari material logam, serta alat komunikasi di dalam Lapas.
Antisipasi juga dilakukan Lapas kelas IIA Cikarang. Seluruh petugas diminta melakukan pemeriksaan dan penertiban pintu kamar hunian, serta memastikan tidak adanya upaya penguncian kamar dari dalam kamar hunian oleh Warga Binaan.
Selain itu memastikan penempatan dan keberadaan Alat Pemadam Kebakaran Api Ringan (APAR) pada tempat-tempat yang sudah ditentukan di seluruh area.”Kami juga meminta petugas agar selalu tetap memperhatikan hal – hal yang akan menimbulkan musibah dengan deteksi dini gangguan kamtib dan pengawasan sarana pendukung keamanan,” ujar Kepala Lapas Kelas IIA Cikarang Veri.
Dirinya juga mengajak petugas lapas agar merapikan kabel dan alat yang mengandung unsur listrik dalam kondisi layak pakai dengan selalu melaksanakan SOP,”Diharapkan seluruh petugas dapat menggunakan APAR dengan baik dan benar dan Seluruh pegawai diharapkan dapat menjaga kondisi kesehatan dalam masa pandemi ini dengan selalu mengedepankan protokol kesehatan,” tandas Veri.(sur/pra)











