RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Kehadiran bank tidak hanya menjadi lembaga keuangan penghimpun dana pihak ketiga. Bank juga dapat membantu menjaga keberlanjutan transaksi perdagangan pelanggan. Dalam konteks ini, Maybank Indonesia menjadi fasilitator transaksi pembiayaan melalui layanan Transaction Banking.
Transaction Banking memberikan solusi berbasis transaksi untuk membantu menjaga keberlanjutan dana pihak ketiga yang tidak terlalu bergantung kepada orientasi bunga jasa Giro. Bagi institusi bank, unit ini bertujuan untuk berkontribusi pada keuntungan bank dalam bentuk pendapatan.
’’Bank mendapatkan keuntungan berupa fee base income dan pendapatan bunga,’’ ungkap Head Transaction Banking Maybank Indonesia Ade Rangkoto dalam sesi Transaction Banking and Global Markets kepada peserta Maybank Journalist Fellowship 2026, di kantor pusat Maybank Indonesia, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Unit kerja ini, berada di bawah Global Banking Directorat. ’’Selain Transaction Banking, ada juga Financial Institutions dan Corporate Banking,’’ ungkap Ade. Transaction banking secara khusus dibagi untuk melayani pelanggan non individu baik dari global banking maupun community financial services (CFS).
Ade menjelaskan, ada empat pilar produk yang menjadi fondasi layanan Transaction Banking. Cash Management, Trade Finance, Financial Supplay Chain Management (FSCM) dan Securities Services. ’’Ini solusi customize transaksi yang kami tawarkan kepada pelanggan,’’ imbuh Ade.
Cash Management, jelas Ade, jenis layanan perbankan untuk mengelola arus kas perusahaan (nasabah) secara efektif hingga dapat meningkatkan efisiensi perusahaan. ’’Kami membantu mengelola likuiditas dan arus kasnya. Bagi non ritel dapat melalui aplikasi M2B atau aplikasi M2U untuk nasabah ritel,’’ bebernya.
Trade Finance, sambung Ade, serangkaian layanan dan instrument keuangan yang disediakan bank bertujuan memfasilitasi dan mengamankan transaksi perdagangan internasional atau domestik. ’’Contoh untuk transaksi domestik, misalnya kami dapat menerbitkan Bank Guarantee. Untuk transaksi ekspor impor, dapat mengeluarkan Letter of Credit (LC),’’ beber Ade.
Di luar Cash Management dan Trade Finance, Transaction Banking lain yang dapat dimanfaatkan nasabah layanan Financial Supply Chain Managemen (FSCM). FSCM ini mengkhususkan pada dukungan pembiayaan/kredit yang terintegrasi dengan ecosystem supply chain antara principal/produsen/anchor dengan distributor dan supplier. ’’Kami sediakan melalui web Coolpay,’’ cetusnya.
Layanan terakhir dari Transaction Banking, yaitu Securities Services. Layanan ini merupakan custodian dan administrasi yang berfokus pada penitipan, penyelesaian transaksi dan manajemen aset surat berharga. ’’Biasanya berupa saham, obligasi maupun reksadana milik nasabah institusi maupun pelanggan,’’ pungkasnya. (zar)











