Minta Proyek, Kontraktor Banting Meja dan Kursi

KANTOR BERANTAKAN: Meja dan kursi terlihat berantakan, di kantor Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi, karena ulah salah satu kontraktor yang membanting karena permintaan proyek. IST/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, CIKARANG PUSAT – Lantaran hanya kebagian sedikit proyek kegiatan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bekasi, salah satu kontraktor, mengamuk di kantor Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Dinas Bina Konstruksi, dengan membanting meja dan kursi.

Kontraktor yang mengamuk itu, tersebar melalui video singkat melalui grup WhatsApp. Dalam video tersebut, terjadi kerusakan meja dan kursi kerja di Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi, mulai viral, Selasa (28/9). Diduga, aksi itu dilakukan seorang kontraktor, terkait persoalan proyek infrastruktur.


Dalam dua video yang berdurasi total dua menit 44 detik itu, menggambarkan seorang pria berbaju hitam, berteriak-teriak di sebuah ruangan kerja, di Dinas SDA, Komplek Perkantoran Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat.

Selain berteriak-teriak, pria bertopi bak koboi tersebut juga menggulingkan sejumlah meja dan kursi kerja. Sambil berteriak dengan nada tinggi, pria berkumis itu berteriak memanggil nama Ambar, yang merupakan pejabat struktural di dinas terkait.


Bahkan, pria tersebut pun menyebut dewan yang diduga DPRD Kabupaten Bekasi, serta menyebut kata-kata proyek. Pada akhir kejadian, pria itu pun membanting sebuah kursi kerja ke lantai.

Penjabat (Pj) Bupati Bekasi, Dani Ramdan, membenarkan kejadian tersebut, dan telah mendapat laporan dari jajarannya. Ada pun motif pengrusakan itu, menurut Dani, dilakukan karena pria tersebut merasa proyek yang diberikan kepadanya semakin berkurang.

”Saya sudah dapat laporannya dari Kadis Bina Marga,” terang Dani.

Menurut dia, pihaknya telah memberikan beberapa proyek pengadaan barang dan jasa kepada pria itu. Namun, dia masih merasa kurang.

”Intinya, dia minta proyek pekerjaan, sudah diberikan, tapi malah minta lebih, sekaligus juga mintain proyek buat temannya,” ucap Dani.

Oleh sebab itu, Dani menginstruksikan jajarannya untuk melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian, atas kasus dugaan pengrusakan barang inventaris pemerintah.

”Tentu saja ini termasuk tindakan pelanggaran hukum. Oleh karenanya, dibuat laporan ke pihak kepolisian, kemudian akan menindaklanjuti aksi perusakan barang milik pemerintah,” tegas Dani.

Semenatar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Bekasi, Kompol Rahmad Sujatmiko, mengaku pihaknya telah menindaklanjuti video tersebut, dengan meminta keterangan sejumlah saksi.

“Untuk laporan resminya kami masih menunggu. Tapi karena videonya sudah viral, sehingga kami memeriksa sejumlah pihak yang terkait,” ujar Rahmad. (and)