Cikarang

Pedagang Bakso Gagalkan Aksi Curanmor

RADARBEKASI.ID, CIKARANG SELATAN- Aksi pencurian sepeda motor di Kantor Unit Pelaksana Teknik Daerah (UPTD) Puskesmas Sukadami, Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan, berhasil digagalkan oleh pedagang bakso yang kebetulan sedang berada di lokasi, Selasa (12/10).

Aksi pelaku tergolong nekat, karena dilakukan di siang bolong, dan kondisi sekitar lokasi masih ramai. Dalam rekaman CCTV di lokasi kejadian, salah satu pelaku berusaha mengambil motor yang terparkir di halaman Puskesmas tersebut, dengan merusak kontak kendaraan dengan alat yang sudah disiapkan oleh pelaku.

Namun saat berusaha membawa kabur motor, pelaku berhasil dipergoki oleh pedagang bakso yang saat itu berada di lokasi. Karena panik, pelaku langsung melarikan diri, tanpa membawa motor tersebut. Diketahui, pelaku pencurian berjumlah dua orang.

Menurut keterangan pedang bakso, Abdul Patah, dirinya melihat ada seseorang yang sedang mengotak-ngatik motor yang terparkir di halam Puskesmas Sukadamai. Di mana, dari dua pelaku ini hanya satu yang turun menghampiri kendaraan itu. Sementara, satu orang lainnya, menunggu di atas motor.

“Kan saya kenal pemilik motor ini. Kenapa ada yang mengutak-atik. Saya ke belakang lari, kemudian si malingnya itu ngeliatin saya, mungkin dia curiga atau gimana, ketika saya balik lagi, si maling sudah tidak ada. Ciri-ciri orangnya gemuk, pake topi,” ujar Abdul saat dimintai keterangan, Rabu (13/10).

Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Sukadami, Adi Pranaya mengungkapkan, aksi pencurian serupa pernah terjadi di Puskesmas Kecamatan Serang Baru, Sabtu, (9/10) lalu.

“Ini merupakan sesuatu yang perlu diwaspadai. Saat kami melayani masyarakat, masih ada yang mencoba melakukan kejahatan pencurian,” sesalnya.

Atas kejadian itu, Adi meminta agar seluruh masyarakat, lebih berhati-hati lagi dalam memarkir kendaraannya, karena aksi pencurian sedang marak.

“Mari jaga kendaraan masing-masing, dengan kunci ganda, atau pun minta bantuan pengawasan dari Linmas, untuk mencegah hal seperti itu tidak terulang kembali,” saran Adi. (pra)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button