Kesehatan

Ciri Masa Subur dan Tanda yang Bisa Dikenali

Mengetahui masa subur dapat mempercepat kehamilan. Foto: ehow

RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Masa subur wanita adalah masa ketika indung telur (ovarium) melepaskan sel telur yang siap dibuahi sel sperma.

Umumnya, tanda-tanda masa subur dapat dikenali dari beberapa tanda dan gejala yang kerap muncul atau melalui alat tes khusus.

Bagi Anda yang sedang merencanakan kehamilan atau justru menunda kehamilan, mengenali tanda-tanda masa subur penting diketahui. Ini untuk menentukan waktu yang tepat untuk berhubungan seks.

Selain itu, mengetahui masa subur juga dapat dimanfaatkan untuk memahami siklus menstruasi dan memerhatikan ada tidaknya gangguan kesuburan.

Memang, secara medis tanda masa subur pada setiap wanita berbeda-beda. Bahkan, ada sebagian wanita yang tidak menunjukkan tanda-tanda tersebut.

Waktu masa subur juga berbeda-beda pada setiap wanita. Ada yang mengalami masa subur rutin di tanggal tertentu di setiap bulan, namun ada juga yang mengalami perubahan tanggal masa subur setiap bulannya. Bisa maju atau mundur.

Wanita usia produktif umumnya memiliki siklus haid sekitar 28–32 hari dengan masa subur sekitar 12–16 hari sebelum masa haid berikutnya.

Nah, umumnya berikut tanda-tanda masa subur yang dapat Anda perhatikan sebagaimana dilansir situs alodokter:
1. Perubahan suhu basal tubuh
Suhu basal tubuh adalah suhu saat tubuh istirahat atau suhu paling rendah dalam satu hari. Suhu basal tubuh biasanya diukur saat baru bangun tidur.

Umumnya, suhu basal tubuh akan konsisten pada awal siklus menstruasi. Namun, saat mendekati masa subur atau ovulasi, suhu tubuh mungkin akan sedikit menurun, kemudian meningkat saat ovulasi. Perubahan ini terjadi karena hormon estrogen yang meningkat saat ovulasi.

Suhu tubuh basal sebelum ovulasi berkisar antara 36,1–36,4ºC. Peningkatan suhu basal tubuh pada ovulasi biasanya sekitar 0,4–1 derajat atau antara 36,4–37ºC.

2. Perubahan cairan serviks

Tekstur atau kekentalan cairan serviks pada setiap wanita bisa saja berbeda-beda, tetapi cairan serviks pada masa subur umumnya akan lebih lengket dan berwarna bening keputihan menyerupai putih telur.
Saat ovulasi, jumlah cairan serviks juga akan lebih banyak daripada biasanya. Perubahan pada cairan serviks ini memudahkan sperma untuk menuju rahim.

3. Perubahan pada serviks

Serviks biasanya mengalami banyak perubahan pada masa subur, seperti lebih lembut, basah, dan terbuka. Anda bisa merasakan perubahan ini dengan memasukkan jari telunjuk yang bersih ke dalam vagina untuk memeriksa serviks.

4. Nyeri payudara
Ada juga beberapa gejala fisik yang bisa dirasakan wanita ketika dalam masa subur, salah satunya adalah nyeri payudara. Ciri masa subur ini merupakan dampak dari perubahan hormon yang terjadi di dalam tubuh sebelum dan sesudah masa ovulasi.

5. Peningkatan libido
Peningkatan libido atau hasrat seksual kerap dialami oleh wanita yang sedang dalam masa ovulasi. Meski demikian, hal ini memang sulit jika hanya dijadikan satu-satunya ukuran, mengingat peningkatan hasrat seksual juga bisa disebabkan oleh hal lain, seperti suasana hati yang ceria. (wsa)

Related Articles

Back to top button