Bekasi

Penanganan Abrasi Terganjal Covid

RADARBEKASI.ID, CIKARANG PUSAT – Berbagai upaya terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk mengatasi masalah abrasi di sekitar bibir pantai Muaragembong. Salah satunya yakni meminta bantuan ke pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk dibuatkan Alat Pemecah Ombak (APO) di sekitar lokasi yang terdampak.

 

Sedangkan, untuk menangani sedimentasi perlu dilakukan normalisasi di beberapa muara sungai. Seperti Muara Beting, Muara Kuntul, Muara Nawan, Muara Bungin, Muara Jaya, Muara Besar Muara Pecah, Muara Mati, dan Muara Bahagia.

 

“Kebutuhan penanganan terhadap wilayah pesisir Kabupaten Bekasi telah dimasukkan dalam Annual Work Plan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum, yaitu Pembangunan Pengaman Pantai Bungin, Pembangunan Pengaman Pantai Beting, dan Pembangunan Pengaman Pantai Bakti untuk tahun anggaran 2022, dengan sumber pendanaan berasal dari APBN sebesar 25 milyar untuk masing-masing lokasi,” kata penjabat bupati Bekasi, Dani Ramdan.

 

Menurutnya, Kabupaten Bekasi ikut serta dalam Komitmen bersama Penanggulangan banjir dan longsor kawasan Jabodetabekpunjur antara Kementerian atau Lembaga Pemerintah Non-Kementerian dan Pemerintah Daerah yang melibatkan 6 kementerian, tiga provinsi dan sembilan kota dan kabupaten. Beberapa komitmen untuk penanganan banjir pasang adalah dengan pembangunan pengaman pantai yang akan dilaksanakan Tahun 2022 melalui anggaran APBN.

 

“Kabupaten Bekasi juga telah menyampaikan surat kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, bahwa perlu dilakukan revitalisasi hutan mangrove di Muaragembong secara terpadu sebagai upaya untuk menangani abrasi yang semakin luas,” jelasnya.

 

Sebelumnya, penanganan abrasi yang terjadi di wilayah Muaragembong oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat terhambat dengan adanya wabah covid-19, yang merebak beberapa bulan belakangan ini. Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

 

Dia mengaku, mengenai penanganan abrasi di Muaragembong sudah dibahas oleh tim teknis PU, termasuk anggaran sudah disiapkan. Hanya saja, penanganan abrasi terhambat dengan covid-19.

“Sudah saya anggarkan, cuma memang keburu covid. Jadi uangnya untuk penanganan covid dulu, nanti kalau sudah selesai kita balikin lagi,” ujarnya kepada Radar Bekasi. (pra)

Related Articles

Back to top button