Berita Bekasi Nomor Satu

Dinilai Kelewat Batas, Candaan Kiky Saputri ke Yushi NCT Wish Tuai Kecaman Netizen

Potret Komedian Kiky Saputri. Foto: Instagram

RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Dunia hiburan tanah air kembali dihebohkan dengan aksi komika sekaligus presenter Kiky Saputri. Namanya mendadak memuncaki daftar trending topic setelah potongan videonya saat memandu sebuah program televisi bersama boy group asal Korea Selatan, NCT Wish, viral di media sosial.

Dalam sebuah segmen wawancara, Kiky Saputri berkesempatan berinteraksi langsung dengan para anggota NCT Wish. Namun, suasana yang seharusnya cair justru berubah menjadi tegang bagi sebagian penonton setelah Kiky melontarkan celetukan kepada salah satu member, Yushi.

Candaan tersebut dianggap tidak pantas dan bernada pelecehan seksual secara verbal.

“Kamu jago main bola?” tanya host kepada Yushi NCT Wish.

“Mau dong digolin,” ujar Kiky dalam potongan video yang beredar luas tersebut.

Tak butuh waktu lama, kolom komentar di akun Instagram pribadi Kiky Saputri (@kikysaputrii) langsung dibanjiri kritik pedas dari warganet, terutama para penggemar K-Pop (NCTzen). Ada dua poin utama yang menjadi sorotan netizen.

Ucapan Kiky dinilai kurang pantas dan tidak sesuai dengan konteks acara televisi formal, apalagi ditujukan kepada tamu internasional.

Baca Juga: Atta Halilintar Kegirangan Di-follow Legenda Dunia Ronaldo Nazario, Sampai Bisa DM-an!

Netizen menyoroti fakta bahwa Yushi disinyalir masih di bawah umur (menurut standar tertentu atau usia saat debut), sehingga candaan dengan konotasi dewasa dianggap sangat tidak etis dan melanggar norma.

“masalahnya mereka masih pada kecil kecil mending nge jokes kayak pak wendy, lucu dan masuk ke mereka,” komen netizen.

“ga banget jokesnya,” imbuh netizen lain.

“parah bgt bercandanya keterlaluan,” tambah lainnya.

Hingga artikel ini diterbitkan, Kiky Saputri belum memberikan tanggapan resmi maupun permohonan maaf terkait polemik yang berkembang.

Sang komika terpantau belum mengunggah klarifikasi apa pun di media sosial pribadinya meskipun gelombang protes terus mengalir. (mna)