Politik

Sosialisasi Pemilu, KPU Gandeng IBM

FOTO BERSAMA : Ketua KPU Kota Bekasi, Nurul Sumarheni (kanan), foto Bersama usai melakukan tanda tangan kerjasama dengan IBM Bekasi. ISTIMEWA/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Bekasi menggandeng Institut Bisnis Muhammadiyah (IBM) Bekasi, untuk melakukan sosialisasi Pemilu 2024 dan pendidikan politik kepada pemilih pemula.

“Intinya, kerjasama yang dilakukan sama seperti kemarin dengan KCD Disdik Provinsi Jawa Barat untuk sosialisasi dan pendidikan politik terhadap pemilih berkelanjutan di kalangan pelajar ataupun mahasiswa,” kata Ketua KPU Kota Bekasi, Nurul Sumarheni saat dikonfirmasi Radar Bekasi, Kamis (21/10).

Menurutnya, kerjasama yang dibangun pihaknya ini merupakan langkah dan upaya KPU untuk bisa menyukseskan Pemilu dan Pilkada serentak 2024 mendatang, khususnya demi tingkatkan partisipasi pemilih di kalangan kaum milenial baik pelajar dan mahasiswa yang bakal menjadi bonus demografi atau pemilih terbanyak di ajang pesta demokrasi lima tahunan nanti.

“Jadi, kerjasama ini juga untuk tindak lanjut dari peluncuran Program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan secara virtual oleh KPU Pusat beberapa waktu lalu, dimana sesuai harapan lewat program ini kita dapat mewujudkan pemilihan yang cerdas, rasional, mandiiri, dan bertanggung jawab di setiap Pemilu kedepannya,” jelas Nurul.

“Dan sesuai statment Ketua KPU RI program yang dibuat ini tidak berorientasi kepada kepentingan jangka pendek, tapi untuk jangka panjang. Selain itu, diyakini bisa hindari kemudian money politic, dan juga menghindari pemilih pemula ini untuk tak memilih karena hal-hal yang di luar rasional akal pemilih,” sambungnya.

Terpisah, Komisioner Divisi Sosialisasi KPU Kota Bekasi, Yunita Utami menyampaikan, Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan (DP3) menjadi kewajiban di Provinsi dan Kab/Kota yang dijadikan lokus, tetapi Kota Bekasi tidak termasuk menjadi lokus hanya saja diminta tetap melaksanakan kegiatan itu. tersebut.

“Jadi, Pelaksanaan ini sebagai tindak lanjut arahan dari rencana awal tahun 2022 untuk menyesuaikan jadwal KKN IBM,” ujarnya.

Adapun terkait tugasnya, diakui Yunita, KPU akan memberikan bekal kepada Mahasiswa sebagai kader untuk menyampaikan pendidikan politik ke masyarakat, atau bisa juga KPU diundang sebagai pembicara dalam kegiatan KKN tersebut. “Jadi, kita akan saling berkolaborasi saja,” tandasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan jadwal tahapan agenda dari program yang dibuat oleh KPU Pusat ini diketahui terbagi menjadi 4 tahapan yang mulai dari tahun 2021 hingga tahun 2024 mendatang. Di tahun 2021 ini, tujuan yang ingin dicapai adalah untuk peningkatan pengetahuan kepemiluan dan demokrasi, serta pemahanan tentang arti penting pemilu dan pemilihan.

Selanjutnya, tahap kedua dilaksanakan tahun 2022 dengan tujuan yang ingin dicapai yakni tumbuhkan kepedulian dan kesadaran politik masyarakat. Lalu, tahap ketiga di tahun 2023 bertujuan membangun kesukarelaan dalam proses pemilihan, dan terakhir di tahun 2024 bertujuan untuk dapat menumbuhkan iklim demokrasi secara prosedural dan demokrasi substansial.

“KPU provinsi dan kabupaten kota akan memfasilitasi kader untuk melaksanakan sosialisasi penyelenggaraan pemilu,” ungkap Deputi Bidang Dukungan Teknis KPU RI, M Eberta Kawima. (mhf)

Related Articles

Back to top button