BPBD Petakan Wilayah Rawan Banjir

SUNGAI CITARUM: Foto udara Sungai Citarum yang berada di Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Selasa (2/11). Sebanyak 55 tanggul Sungai Citarum, rawan jebol. ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, CIKARANG PUSAT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, mencatat, sebanyak 55 titik tanggul rawan jebol di sepanjang Sungai Citarum.

Dari data yang ada, tanggul tersebut tersebar di tiga wilayah, seperti Kecamatan Pebayuran, Cabang Bungin, dan Muaragembong. Oleh karena itu, warga yang tinggal di wilayah itu, harus siap siaga.


Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Henri Lincoln mengatakan, hasil rapat dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, ada 55 titik tanggul yang rawan jebol, di sepanjang Sungai Citarum. Dari hasil investigasi itu, belum ada tindaklanjut dari BBWS. Contohnya, tanggul jebol di Pebayuran, sampai sekarang belum dibuat permanen.

“Ada 55 titik tanggul yang rawan jebol, belum ada penanganan. Dengan keterbatasan ini, paling kami melakukan antisipasi awal, yakni menggunakan kerucuk bambu, karung, dan kawat bronjong,” ¬†ujar Henri kepada Radar Bekasi, Selasa (2/11).


Ia mengkhawatirkan, tanggul tersebut tidak kuat menahan air, saat adanya air kiriman dari hulu. Untuk mengantisipasi itu, pihkanya sudah berkirim surat ke BBWS, agar bisa mengatur debit air di pintu air. Selain itu, dirinya juga sudah kirim surat koordinasi untuk para camat, terutama wilayah yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) besar.

“Kami sudah membuat surat koordinasi untuk para camat. Dan minta kesiap siagaan posko banjir, untuk tempat evakuasi dan penampungan warga. Dikhawatirkan, kalau hujan di hulu deras, antisipasinya jadi repot,” beber Henri.

Sejauh ini, kata Henri, kondisi di Kabupaten Bekasi masih terkendali, mengingat hanya ada satu wilayah saja yang terendam banjir, yakni Tambun Utara.

Menurutnya, banjir di wilayah tersebut, disebabkan luapan Kali Bekasi. Misalkan, hanya air hujan saja, itu tidak akan terjadi banjir, paling hanya genangan saja.

“Sampai saat ini, yang mengalami banjir hanya di wilayah Tambun Utara saja, karena luapan Kali Bekasi. Kalau hanya sebatas hujan, paling genangan saja, dan bisa langsung surut,” terangnya.

Namun Henri menegaskan, pihaknya sedang melakukan pemetaan wilayah-wilayah yang berada disepanjang DAS, mengingat itu harus diwaspadai. Seperti di wilayah Barat, ada Kali Bekasi, meliputi Kecamatan Tambun Utara, Babelan, dan Sukawangi.

Kemudian, untuk wilayah Timur, ada Sungai Cibeet, dan Citarum, meliputi Kecamatan Cikarang Timur, Kedungwaringin, Pebayuran, Cabang Bungin, dan Muaragembong.

“Kami lagi petakan wilayah-wilayah yang perlu diwaspadai terkena banjir. Rencananya, mau ada apel siap siaga banjir di pertengahan bulan November ini,” tandas Henri.¬†(pra)