Cikarang

Kali Rasmi Tercemar, Ratusan Hektar Sawah Terdampak

RADARBEKASI.ID, KARANG BAHAGIA – Ratusan hektar lahan pertanian di Kecamatan Karang Bahagia, mengalami kerusakan. Sebab, Kali Rasmi yang mengairi lahan pertanian tersebut, tercemar limbah.

Tercemarnya aliran Kali Rasmi, terlihat dengan adanya tumpukan busa di atas permukaan air.

Dari keterangan warga sekitar, Tatang (52), munculnya busa di Kali Rasmi, pada saat pintu air dibuka. Sebab, busa tersebut terhalang oleh eceng gondok, sehingga terjadi penumpukan hingga mencapai dua meter. Selain berbusa, aliran Kali Rasmi juga membuat warga gatal-gatal dan mengeluarkan aroma tidak sedap (bau).

“Ketinggian busanya bisa sampai dua meter, baik saat musim kemarau maupun penghujan. Kalau pintu air dibuka, pasti busa memenuhi Kali Rasmi. Air ini juga menyebabkan warga yang menggunakan gatal-gatal, dan bau, karena warna airnya hitam,” tuturnya kepada Radar Bekasi, Rabu (3/11).

Sebagai petani, dirinya mengaku sangat terganggu dengan kondisi air Kali Rasmi tercemar limbah. Mengingat, sangat mengganggu pertumbuhan padi, otomatis membuat hasil panen menurun. Misalkan, kondisi air tidak tercemar limbah, dirinya bisa panen padi minimal enam ton dalam satu hektar. Tapi, dengan kondisi air seperti sekarang, paling lima ton.

Ia menjelaskan, lahan pertanian yang memanfaatkan air dari Kali Risma, ada sekitar 400 hektar, dan tersebar dibeberapa desa di Karang Bahagia.

Hal senada diungkapkan petani lainnya, Akhmad (50). Yang mana, selama ini belum ada tindakan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, untuk mengatasi limbah tersebut. Walaupun sudah terjadi sejak lama.

“Memang kami (petani,Red), belum pernah mengadukan persoalan ini ke Pemkab Bekasi. Dan ini terjadi sudah lama, tapi belum ada tindaklanjut dari pemerintah setempat,” sesalnya.

Menyikapi hal itu, Kepala Bidang Sapras Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Sobirin, mengaku belum mendapat laporan dari warga Karang Bahagia, maupun petani.

“Kami belum menerima laporan maupun data terkait pencemaran Kali Risma yang dimaksud,” beber Sobirin melalui pesan elektronik.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Bupati Bekasi, Akhmad Marzuki berjanji akan memanggil perusahaan-perusahaan yang berada disekitar aliran kali tersebut, untuk mengetahui siapa yang membuang limbah, sehingga terjadi pencemaran.

“Saya akan panggil perusahaan-perusahaan yang berada disekitarnya. Namun kami masih belum tahu, itu dari mana sumbernya,” ucap Marzuki. (pra)

Related Articles

Back to top button