HK Corner

PR Musim Hujan

Oleh: Heri Koswara, MA (Ketua DPD PKS Kota Bekasi)

BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan sejak Oktober hingga November ini sudah memasuki awal musim hujan tahun 2021/2022. Puncaknya, diprediksi akan terjadi pada Januari-Februari 2022 mendatang.

Di Kota Bekasi, musim hujan belum sampai puncaknya. Masih dua bulan lagi. Kalau berdasarkan ramalan BMKG. Hujan masih langka. Tapi, hujan sebentar saja, genangan air atau banjir mudah kita saksikan dan rasakan.

Biasanya, titik lokasi banjir yang melanda pemukiman atau perumahan di Kota Bekasi, tidak pernah berubah. Di antaranya komplek Perumahan Kemang IFI, Perumahan Pondok Mitra Lestari dan sebagian komplek Kemang Pratama atau pemukiman di sepanjang pertemuan arus sungai Kali Bekasi dan sungai Kali Cikeas.

Di lokasi dua pertemuan arus sungai tersebut, ketinggian air melebihi ambang batas normal.Β  Dan rentan mendapat “kiriman” banjir dari wilayah Kabupaten Bogor.

Banjir di pemukiman-pemukiman itu, terjadi karena faktor alam, juga faktor geografis dimana lokasinya berada di tataran rendah. Semakin ke utara, pemukiman pun rentan banjir.

Perumahan lainnya yang juga tidak pernah absen dari banjir adalah perumahan di sekitar Jatiasih. Yaitu perumahan Bumi Nasio Indah dan Komplek IKIP. Banjir terjadi disebabkan karena adanya penyempitan saluran air menuju Kali Cakung.

Sejumlah penanganan banjir bukan tidak ada yang dilakukan Pemkot Bekasi. Di antaranya dengan membuat tanggul dan sodetan-sodetan agar air mengalir lebih jauh lagi dan meminimalisir banjir.

Tampaknya penanganan soal banjir di Kota Bekasi tidak cukup dengan solusi jangka pendek. Perlu solusi jangka panjang yang memperhatikan kembali eksosistem alam dan keberlangsungan hidup para penduduk di area rawan banjir. Sebab, dampak psikologis yang dialami korban banjir terus menghantui mereka sepanjang musim hujan.

Penanganan yang komprehensif, integral, dan mencari keseimbangan baru dengan ekosistem alam, patut diperhatikan dan dicarikan solusinya. Sehingga energi tidak terkuras setiap kali menghadapi musim penghujan dengan kekhawatiran terjadinya luapan air.

Ayo, segera benahi! Curahkan segala sumber daya alam, manusia dan anggaran agar banjir tidak terus menerus menjadi pekerjaan rumah (PR) di kala musim penghujan tiba.

Tak kalah pentingnya adalah membangun kolaborasi, sinergi lintas daerah kota kabupaten (kokab) untuk penanggulangan banjir yang komprehensif dan integral.

Sudah seharusnya dibangun
kerja sama dan kolaborasi lintas kokab; antara kokab Bekasi, kokab Bogor, Depok dan Pemprov DKI. (*)

Related Articles

Back to top button