Politik

Tangani Banjir, Dorong Penambahan Alat Berat Pengeruk Lumpur

Alimudin, Anggota Komisi 2 DPRD Kota Bekasi Fraksi PKS

RADARBEKASI, MUSTIKAJAYA-Anggota Komisi 2 DPRD Kota Bekasi Alimudin mengaku prihatin dengan penanggulangan banjir di Kota Bekasi. Mengingat jumlah petugas penanganan dan alat berat untuk mengeruk lumpur jumlahnya sangat tidak ideal untuk Kota Bekasi.

Anggota DPRD dari Fraksi PKS ini, mendorong Pemkot Bekasi untuk menambah jumlah personel petugas pematusan dan alat berat, baik yang ukuran besar maupun sedang

“Bayangkan, di musim hujan seperti saat ini dan wilayah rawan banjir, alat berat ukuran kecil untuk mengeruk lumpur dari Daerah Aliran Sungai (DAS), jumlahnya hanya dua se-Kota Bekasi,” ungkapnya.

Anggota DPRD Kota Bekasi Alimudin (tengah) depan alat berat yang dibutuhkan untuk mengeruk lumpur di sungai.

Padahal, sambungnya, salah satu mengurangi banjir, imbuhnya, DAS itu perlu dikeruk karena sedimentasinya sudah tebal bekas penumpukan tanah, sampah, ranting pohon dan sebagainya. “Kalau warga meminta dikeruk, ya harus antre, keburu banjir lagi,” imbuhnya.

Parahnya lagi, sambung dia, Kota Bekasi tidak memiliki alat berat berukuran besar (long arm) untuk mengeruk sedimentasi yang ada di folder-folder air. “Yang punya hanya BBWSCC,” imbuhnya.

Sementara itu, Alimudin juga mengaku prihatin dengan keterbatasan jumlah personel pematusan yang saat ini hanya berjumlah 30 orang se-Kota Bekasi. “Dengan jumlah personel segitu, ya kewalahan mereka. Harus ditambah lagi,” cetusnya.

Karena itu, lanjut dewan dari Dapil Mustikajaya, Bantargebang dan Rawalumbu ini, pihaknya mendorong agar Pemkot Bekasi menambah jumlah alat berat, personel pematusan dan dum trucknya.

“Idealnya alat berat ukuran sedang ada 12, alat berat ukuran besar (long arm) lima unit disiapkan pemkot, personel pematusan sepuluh orang di tiap kecamatan, dan dum truck pengangkut lumpurnya,” saran Alimudin lagi.

Dia mengingatkan, Pemkot Bekasi untuk melakukan pengerukan sedimen tanah dan sampah di Daerah Aliran Sungai (DAS) Rawalumbu dan Perum MGT Mustikajaya.

“Saya melihat, tanpa menggunakan alat berat, sedimentasi DAS sulit diangkat,” tandasnya.

Karena itu, dia mendesak Pemkot Bekasi harus segera mengalokasikan anggaran untuk pengadan alat berat yang difungsikan untuk normalisasi saluran sungai dan normalisasi Folder (Tandonan Air). (zar/adv)

Related Articles

Back to top button