Metropolis

Laznas Dewan Dakwah – AWI Helat Pelatihan dan Praktik Budikdamber Plus  

 

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Laznas Dewan Dakwah menggandeng Amazing Wakaf Indonesia (AWI) menghelat pelatihan dan praktik pemberdayaan ketahanan pangan keluarga mustahik dengan Budikdamber Plus (Budidaya Ikan dan Sayur Dalam Ember Plus).

Melalui metode tersebut, hasil panen yang akan diperoleh adalah sayuran kangkung dan ikan lele yang dapat dijadikan lauk pangan keluarga serta dikembangkan menjadi modal usaha produktif kedepannya.

Sebagaimana dimaklumi, masyarakat Indonesia belum dapat 100 persen terlepas dari cengkraman pandemi Covid-19. Sedangkan terjangan musibah tersebut tidak saja berdampak pada paparan virusnya saja, akan tetapi juga berefek samping kepada perekonomian masyarakat kecil.

Sejak awal pandemi 2020, kehidupan keseharian masyarakat pada umumnya akan kebutuhan konsumsi keluarga sangat terpengaruh. Sempat terjadi situasi kelangkaan bahan baku dirumah-rumah keluarga pra sejahtera. Sementara keadaan darurat tersebut kenyataannya berjalan secara serempak, bersamaan waktunya, maka semakin tinggi tingkat kesulitan yang dihadapi keluarga mustahik.

Tidak ingin berlarut-larut dalam keadaan, Laznas Dewan Dakwah menyiapkan langkah-langkah antisipasi untuk mereduksi dampak lanjutan dari pandemi Covid-19. Dengan pelatihan Budikdamber diharapkan akan menjadi solusi untuk secara awal dapat mengatasi kelangkaan bahan makanan dari rumah-rumah keluarga pra sejahtera.

“Kami bersama-sama seluruh entitas masyarakat yang peduli, berupaya untuk mengembalikan semangat Bapak Ibu dengan memberikan modal berupa media ternak ikan lele dan tanam sayuran. Sehingga manfaat dari dana zakat dan sedekah yang dipercayakan kepada kami akan sangat berguna,” ujar Direktur Laznas Dewan Dakwah, Tjaturadi Walujo.

Berlangsung di kantor AWI, kegiatan diikuti oleh 20 peserta yang berasal dari Kota Bekasi. Hadir juga peserta dari santri pesantren tahfidz Alquran yang akan menerapkan metode ini untuk kebutuhan konsumsi para santri dan pengelolanya. Keunikannya, metode ini akan mengurai polusi bau yang biasa dihasilkan dari ternak ikan lele ini, namun tetap dengan biaya yang hemat.

Metode Budikdamber Plus diperkenalkan AWI sebagai salah satu pilihan solusi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan menyediakan bahan pangan dari rumah-rumah keluarga itu sendiri. Usaha untuk menyadarkan kembali bahwa potensi sumber pangan itu dapat berasal dari rumah masing-masing, harus segera dilakukan. Salah satunya dengan mengenalkan dan mengelola media tanam Budikdamber.

Masa pandemi Covid-19 telah memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya persediaan bahan pangan. Kerjasama program Laznas Dewan Dakwah dan AWI merupakan langkah awal untuk terus melakukan penyadaran dengan penyuluhan dan praktek langsung.

“Saya berpesan kepada peserta untuk memanfaatkan sebaik-baiknya bantuan ini dan menjadikan juga sebagian hasilnya sebagai sedekah jariyah, sehingga mendatangkan pahala bagi para ahli sedekahnya,” ujar Direktur Amazing Wakaf Indonesia, Andi Riza. (oke)

 

 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button