Santri Ponpes akan Hadapi Masa Liburan

ILUSTRASI: Santri sekolah Tahfiz DTI Kota Bekasi melakukan aktivitas hafalan Alquran. DEWI WARDAH/RADAR BEKASI
ILUSTRASI: Santri sekolah Tahfiz DTI Kota Bekasi melakukan aktivitas hafalan Alquran. DEWI WARDAH/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Santri pondok pesantren wilayah Kota Bekasi akan menghadapi masa liburan sebentar lagi. Mereka boleh tetap berada di pondok atau pulang ke rumah.

Jadwal libur akhir tahun akan berlangsung pada 23 Desember 2021 sampai 3 Januari 2021. Kantor Kementerian Agama Kota Bekasi mengimbau agar santri tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) dalam setiap aktivitasnya.


“Boleh tetap di ponpes ataupun pulang dengan tetap menerapkan prokes,” ujar Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kantor Kemenag Kota Bekasi Hasbialloh kepada Radar Bekasi, Rabu (1/12).

Dikatakan, pihaknya juga telah memberikan himbauan kepada pimpinan ponpes agar tetap memberikan sosialisasi kepada santri mengenai prokes yang harus tetap diterapkan.


“Kami minta kepada para pimpinan ponpes untuk mengimbau kepada para santri yang pulang ke kampung agar tetap menjaga prokes,” tuturnya. Bagi ponpes yang tidak memulangkan para santrinya agar tetap melakukan kegiatan saat masa liburan.

Terpisah, Kepala Sekolah Tahfiz DTI Kota Bekasi Ahmad Mahwan mengatakan, pihaknya memutuskan untuk tidak mengizinkan para santri pulang ke rumah saat momen libur.

“Kami memilih untuk tidak memulangkan para santri, karena jarak pulangnya sangat jauh ada yang di Riau. Makanya santri juga memilih untuk menghabiskan waktu liburnya di sekolah saja,” ucapnya.

Beberapa kegiatan akan tetap dilakukan oleh para santri. Namun kegiatan yang dilakukan bersifat santai atau tidak dilakukan seperti aktivitas belajar formal.

“Jadi santri tetap melakukan aktivitasnya, seperti bersih-bersih, menonton film keagamaan ataupun gim-gim yang akan kami adakan agar santri tidak bosan”, tuturnya.

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hidayah Jatisari Ismail mengungkapkan, pihaknya memutuskan untuk mengizinkan para santri pulang ke rumahnya masing-masing.

“Santri kami pulang semua karena tinggalnya masih di daerah Jabodetabek,” ungkapnya.

Para santri memilih pulang karena sudah lima bulan menetap dan mengikuti kegiatan belajar di pondok pesantren. Sehingga momen libur akhir tahun dimanfaatkan untuk pulang ke rumahnya masing-masing.

“Jadi santri biar istirahat di rumah dulu, nanti setelah selesai libur dan santri pulang lagi ke ponpes akan ada beberapa standar prokes yang harus dijalani” tuturnya.

Standar prokes yang harus dijalani adalah pemeriksaan kesehatan melalui UKS. Tidak dilakukan rapid test karena seluruh santri sudah melakukan vaksinasi dua kali.

“Karena kebetulan ponpes kami memiliki UKS, jadi standar prokesnya santri diperiksa kesehatanya. Karena memang kebetulan santri kami sudah divaksin semua” pungkasnya. (dew/oke)