Harga Cabai Makin ‘Pedas’ Jelang Nataru

PILIH CABAI: Pedagang cabai rawit, Ahmad Efendi, sedang memilih dagangan yang hendak dijual ke masyarakat, di Pasar Induk Cibitung, Kabupaten Bekasi. PRA/RADAR BEKASI

CIBITUNG – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022, harga dua komoditi cabai dan bawang merah, mulai merangkak naik. Hal tersebut terpantau di Pasar Induk Cibitung, Kabupaten Bekasi.

Dari beberapa lapak pedagang yang didatangi, harga cabai dan bawang merah, mulai mengalami kenaikan sejak sepekan terakhir. Cabai rawit merah, mengalami kenaikan harga paling tinggi dari sebelumnya Rp 28.000 per kilogram, menjadi Rp 50.000 hingga Rp 60.000 per kilogramnya.


Sedangkan untuk cabai jenis rawit ijo, sebelumnya Rp 10.000, saat ini sudah mencapai Rp 35.000, cabai merah dan keriting, mengalami kenaikan dari Rp 22.000, menjadi Rp 35.000.

“Yang jelas, harga cabai saat ini makin pedas, baik itu cabai rawit merah, cabai rawit ijo, cabai merah, keriting, sama cabai cablak juga naik,” kata salah seorang pedagang cabai, Ahmad Efendi, saat ditemui di lapaknya, Senin (6/12).


Menurutnya, harga tersebut hampir merata di beberapa lapak atau agen yang ada di Pasar Induk Cibitung, sedangkan harga di pengecer, sudah menembus angka Rp 70.000 per kilogram, untuk jenis cabai rawit merah.

“Kalau disini, cabai merah paling tinggi naiknya, sampai ada yang Rp 60.000 per kilo, kalau di pengecer, bisa sampai Rp 70.000 per kilonya,” beber Ahmad.

Sementara itu, harga bawang merah terpantau ikut mengalami kenaikan. Hal ini diakui oleh agen bawang merah, Maman (41). Menurutnya, bawang merah brebes yang ia jual saat ini, sudah mengalami kenaikan hingga 40 persen. Untuk bawang merah brebes, kualitas super, dijual seharga Rp 19.000 per kilo, sepekan sebelumnya masih seharga Rp 13.000.

Ia menilai, kenaikan harga tersebut, disebabkan faktor pasokan dari beberapa daerah pemasok mulai berkurang. Sebab, beberapa daerah di Jawa Timur, mengalami curah hujan yang tinggi, sehingga pasokan dari para petani mulai langka.

“Sudah mulai susah dapat pasokan bawang merah. Beberapa hari ini saja, saya cuma dapat dari satu daerah pemasok,” terangnya.

Kenaikan harga dua komoditi tersebut sangat disesalkan oleh pedagang eceran,  Ucok (25). Dirinya mengaku, harga tersebut berdampak terhadap omset penjualannya. Sebab, dengan harga di agen yang sudah cukup tinggi, memaksa dirinya harus menaikkan harga ke pelanggan.

“Harg-harga sudah mulai pada naik. Ini saya biasa beli cabai merah saja Rp 28.000, sekarang harganya Rp 50.000. Mau nggak mau, saya terpaksa menaikkan harga juga, kalau tidak, malah buntung,” ucapnya.

Dia berharap, pemerintah harus melakukan pemantauan ke pasar, sehingga mampu menekan kenaikan harga cabai dan bawang merah. Bahkan beberapa komoditi sayur mayur dan lainnya, juga sudah mulai ikut naik jelang Nataru 2022. (pra)