Sekolah Usul PTM Penuh Dilakukan Bertahap

ILUSTRASI: Orang tua siswa SDN Jatiasih X Kota Bekasi saat mengantarkan anaknya ke sekolah. Sekolah di Kota Bekasi mengusulkan pembelajaran tatap muka berkapasitas siswa 100 persen atau penuh dilakukan secara bertahap, tidak serentak langsung di seluruh satuan pendidikan. DEWI WARDAH/RADAR BEKASI
ILUSTRASI: Orang tua siswa SDN Jatiasih X Kota Bekasi saat mengantarkan anaknya ke sekolah. Sekolah di Kota Bekasi mengusulkan pembelajaran tatap muka berkapasitas siswa 100 persen atau penuh dilakukan secara bertahap, tidak serentak langsung di seluruh satuan pendidikan. DEWI WARDAH/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sekolah di Kota Bekasi mengusulkan pembelajaran tatap muka berkapasitas siswa 100 persen atau penuh dilakukan secara bertahap, tidak serentak langsung di seluruh satuan pendidikan. Dengan demikian, dapat mencegah terjadinya klaster baru Covid-19.

Kepala SMPN 48 Kota Bekasi Jajang mengungkapkan, pihaknya menyambut baik rencana Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terkait pembelajaran tatap muka 100 persen di sekolah.


“Tentu kami senang ketika mendengar bahwa Kemendikbudristek akan membuat regulasi pembelajaran tatap muka secara penuh,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Rabu (8/12).

Apalagi, menurut Jajang, beberapa satuan pendidikan telah memiliki kemampuan empiris dalam menyelenggarakan pembelajaran tatap muka dengan protokol kesehatan yang baik.


“Saat ini sekolah memiliki pengalaman dalam menyelenggarakan pembelajaran tatap muka dengan penerapan prokes. Hal ini menjadi langkah baik untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka penuh,” tuturnya.

Kendati demikian, ujar dia, alangkah lebih baik pembelajaran tatap muka secara penuh dilakukan secara bertahap agar tidak terjadi kesalahan dalam pelaksanaannya. Dengan demikian, proses pembelajaran bisa terus dilakukan secara tatap muka.

“Saat ini kan pembelajaran tatap muka masih terbatas yaitu 50 persen, nah lebih baiknya rencana tersebut dinaikkan saja menjadi 70 atau 80 persen dan seterusnya dilakukan secara bertahap agar pelaksanaannya bisa dilakukan secara baik,” terangnya.

Selain itu, beberapa hal tentu harus disiapkan. Antara lain, adanya komitmen bersama antar stakeholder, konsisten dalam menerapkan prokes, konsistensi para pelaksana di lapangan untuk senantiasa terus meningkatkan kapasitas dan kapabilitas dalam mengupayakan pembelajaran yang berpihak kepada murid.

Selanjutnya, keterpaduan antara sekolah dengan lembaga kesehatan untuk memastikan keberlangsungan pembelajaran sesuai dengan prosedur yang berlaku, dan dukungan media dalam menyuarakan fakta peristiwa yang seimbah serta dengan motivasi sama-sama membangun kembali kehidupan normal.

“Pembelajaran tatap muka penuh ini tentu membutuhkan support dari berbagai stakeholder yang ada. Jika tidak, maka tentu pembelajaran tatap muka secara penuh ini tidak bisa berjalan dengan baik,” tukasnya.

Hal senada dikatakan Kepala SDN Jatiasih X Kota Bekasi Sadiah. Ia mengungkapkan, pembelajaran tatap muka secara penuh merupakan salah satu kabar yang sangat ditunggu-tunggu baik dari guru maupun orang tua siswa.

“Ini merupakan kabar yang kami tunggu-tunggu, tentu kami sangat mendukung adanya pembelajaran tatap muka secara penuh,” ujarnya.

Salah satu persiapan penting yang harus dilakukan oleh sekolah, antara lain protokol kesehatan yang lebih baik. Sehingga dengan adanya pembelajaran tatap muka secara penuh tidak menimbulkan adanya klaster baru kasus Covid-19.

“Prokesnya tentu harus lebih diperketat dan diperbaiki agar lebih baik dan tidak terjadi klaster baru di sekolah,” ucapnya.

Ia juga berharap pelaksanaan pembelajaran tatap muka secara penuh ini bisa menjadi sebuah langkah baik untuk normalnya kembali kegiatan pembelajaran di sekolah.

“Kita itu berharap kegiatan di sekolah bisa berjalan dengan normal kembali, tidak adanya pembatasan lagi. Namun itu semua membutuhkan konsistensi dari berbagai pihak terkait, agar pelaksananya bisa dijalankan dengan baik,” pungkasnya. (dew/oke)