Daikin Kembali Dukung Pemerintah Tingkatkan Kompetensi

TANDA TANGAN: Direktur PT Daikin Airconditioning Indonesia, Budi Mulia, menandatangani nota kesepahaman dengan Kemenaker RI, dibawah Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, bersama dengan14 perusahaan dari berbagai industri, di Jakarta, Senin (13/12). DOK.DAIKIN/RADARBEKASI.ID.
TANDA TANGAN: Direktur PT Daikin Airconditioning Indonesia, Budi Mulia, menandatangani nota kesepahaman dengan Kemenaker RI, dibawah Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, bersama dengan14 perusahaan dari berbagai industri, di Jakarta, Senin (13/12). DOK.DAIKIN/RADARBEKASI.ID.

RADARBEKASI.ID, JAKARTA-Tak hanya fokus pada inovasi dan pemasaran produk solusi tata udaranya di Indonesia, PT Daikin Airconditioning Indonesia pun turut dalam upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja.
Terbaru, pabrikan asal Jepang ini, berkomitmen mendukung pemerintah bagi peningkatan kualitas tenaga ahli teknik pendingin dan tata udara, di Indonesia.
Hal ini dilakukan melalui penandatangan nota kesepahaman dengan Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia (Kemenaker RI), dibawah Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, bersama dengan14 perusahaan dari berbagai industry, Senin (13/12).
Namun demikian, Daikin menjadi satu-satunya perusahaan yang bergerak dalam industri, perangkat solusi tata udara yang mengambil bagian dalam kerjasama.
“Sebagai yang terdepan dalam perangkat solusi tata udara, menjadi tanggung jawab kami, untuk mengambil peran lebih besar dalam membagikan pengetahuan yang Daikin miliki bagi peningkatan sumber daya manusia
Indonesia,” ujar Direktur PT Daikin Airconditioning Indonesia, Budi Mulia, dalam keterangan tertulis yang diterima radarbekasi.id, Selasa (14/12).
Komitmen Daikin dalam mendukung peningkatan sumber daya manusia Indonesia, khususnya teknik pendingin dan tata udara, sebenarnya bukan baru kali ini. Sebelumnya perusahaan yang dikenal melalui berbagai produk air conditioning untuk rumah maupun bangunan komersial ini, tercatat juga telah menjalin kerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Hal ini, khususnya untuk meningkatkan kompetensi bidang teknik pendingin dan tata udara bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Berbeda dengan kerjasama sebelumnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sasaran dalam nota kesepahaman antara Daikin dan Kementerian Tenaga Kerja, adalah Balai Latihan Kerja (BLK) di seluruh Indonesia, bakal berlangsung sepanjang tiga tahun sejak ditandatangani, kesepakatan ini, disusun dengan meliputi enam ruang lingkup.
Termasuk didalamnya, penyusunan analisa kebutuhan pelatihan, pengembangan program, kurikulum dan modul pelatihan, serta penyediaan sarana dan prasarana pelatihan.
Tak hanya itu, melalui kerjasama ini Daikin pun memberi perhatian pada peningkatan pengetahuan tenaga pengajar sekaligus peserta didik. Selain menyediakan tenaga ahlinya untuk menjadi pelatih pada berbagai balai latihan kerja, perusahaan juga bakal memberikan pelatihan khusus bagi pengajar pada masing-masing BLK.
Melengkapinya, Daikin juga bakal mendukung penyelenggaraan berbagai pelatihan berbasis kompetensi. Perhatian Daikin untuk terus meningkatkan kompetensi tenaga teknik pendingin dan tata udara ini, menurut Budi, menjadi salah satu fokus utama perusahaan.
Ditambahkan Budi, tak cuma bertalian dengan kepuasan pengguna, peningkatan kompetensi ini pun berkaitan dengan perhatian pada penjagaan lingkungan hidup.
Budi mencontohkan, misalnya terkait dengan teknik penjagaan refrigerant, agar tak lepas di udara yang dapat mempengaruhi lingkungan hidup.
“Beriring dengan peningkatan kompetensi tenaga ahli, kerjasama ini, juga menjadi wujud perhatian kami pada lingkungan hidup, yang sesuai dengan komitmen besar Daikin diberbagai wilayah tempatnya beroperasi,” terang Budi.
“Kami berharap, sinergi dengan Pemerintah Indonesia, dapat berkembang lebih baik di masa mendatang,” tutup Budi. (bis)