RSUD Bisa Produksi Oksigen Mandiri

ILUSTRASI: Pasien dirawat menggunakan oksigen di RSUD Kabupaten Bekasi, beberapa waktu lalu. RSUD Kabupaten Bekasi bisa memproduksi oksigen secara mandiri setelah mendapat bantuan oksigen generator dan kompresor dari KBRI Singapura dan Diaspora Indonesia di Singapura. ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, CIBITUNG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bekasi bisa memproduksi oksigen secara mandiri. Itu setelah rumah sakit milik pemerintah daerah itu mendapat bantuan oksigen generator dan kompresor dari KBRI Singapura dan Diaspora Indonesia di Singapura.

Pelaksana tugas (Plt) Bupati Bekasi Akhmad Marjuki bersyukur, mendapatkan bantuan tersebut. “Alhamdulilah kita mendapat bantuan oksigen generator dan kompresor dari KBRI Singapura dan Diaspora Indonesia di Singapura,” ungkap Akhmad Marjuki.


Hal itu dikatakannya setelah mengikuti acara serah terima bantuan secara melalui virtual bersama sejumlah menteri, Jumat (17/12). RSUD Kabupaten Bekasi merupakan satu dari 12 rumah sakit di delapan provinsi yang menerima bantuan oksigen generator dan kompresor tersebut.

Dengan adanya bantuan ini, ungkap Marjuki, Kabupaten Bekasi bisa memproduksi oksigen sendiri. Dengan demikian diharapkan, puskesmas dan rumah sakit swasta tidak lagi kesulitan oksigen karena akan didistribusikan oleh RSUD Kabupaten Bekasi.


“Insya allah kedepan kita tidak lagi kesulitan oksigen,” tuturnya.

Sementara itu, Plt Direktur RSUD Kabupaten Bekasi Alamsyah menuturkan bantuan ini bisa menjadi solusi dari permasalahan kekurangan oksigen. Pasalnya, dengan adanya genset dan oksigen itu bisa produksi oksigen medis sendiri.

“Alhamdulilah, RSUD Kabupaten Bekasi satu diantara 12 rumah sakit di Indonesia yang mendapatkan bantuan generator dan kompresor oksigen,” ucapnya.

Dirinya menjelaskan, generator dan kompresor oksigen ini mampu memproduksi kapasitas 24 kubik dalam waktu satu jam. Maka dari itu, bisa mencukupi kebutuhan oksigen di Kabupaten Bekasi. Hal itu mengingat, saat puncak pandemi di pada Juli 2021 lalu, Kabupaten Bekasi hanya butuh 20 kubik per jam.

 

Pada kesempatan ini dirinya menegaskan, akan memberikan oksigen tersebut ke rumah sakit swasta maupun puskesmas yang membutuhkan. “Kedepannya, rumah sakit swasta dan puskesmas yang selama ini beli oksigen, kita bisa berikan. Produksi ini sesuai dengan kebutuhan, misalkan habis bisa kita produksi lagi,” jelasnya.

Hanya saja, pria yang juga sebagai Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bekasi ini, tidak mengetahui secara pasti kebutuhan oksigen secara keseluruhan di wilayahnya. “Saya belum punya data yang valid berapa kebutuhannya. Tapi yang jelas bahwa dari 50 rumah sakit rata-rata 10-20 kubik per jam kebutuhan oksigennya,” pungkasnya. (pra)